Recent Posts

KISAH MARKO SIMIC : Striker Tajam yang Dimiliki Persija Jakarta

Saat ini pemain ini sangat dielu-elukan oleh Jakmania, pasalnya ia berhasil membawa Persija Jakarta menjadi juara Liga 1 2018. Apalagi gel... thumbnail 1 summary
Saat ini pemain ini sangat dielu-elukan oleh Jakmania, pasalnya ia berhasil membawa Persija Jakarta menjadi juara Liga 1 2018.

Apalagi gelar juara Liga 1 2018 ini menjadi catatan manis bagi Persija karena terakhir kali mereka mendapatkan gelar serupa adalah tahun 2001 atau 17 tahun lalu.

Dialah Marko Simic lahir di Rijeka, Kroasia 23 Januari 1988. Marko Simic adalah seorang pesepak bola profesional asal Kroasia. Saat ini, Marko Simic memperkuat klub asal Indonesia, Persija Jakarta.

Ayah Marko Simic bernama Antun Simic dan seorang ibu yang identitasnya sampai kini belum diketahui publik.

Marko Simic memiliki satu kakak perempuan bernama Lepa Lepic.

Posisi bermain dari Marko Simic adalah penyerang. Namun Menariknya, Marko Simic bisa bermain di berbagai posisi. Selain sebagai ujung tombak, ia juga dapat memerankan posisi sayap dan gelandang serang.

Simic diketahui punya kedekatan dengan beberapa pemain timnas Kroasia seperti Ivan Perisic, Domagoj Vida, ataupun Dejan Lovren.

Tak perlu heran, nyatanya Marko Simic memang pernah berada dalam satu tim yang sama dengan ketiga anggota timnas Kroasia yang melaju ke final Piala Dunia 2018 melawan timnas Perancis.

Dari catatan Soccerway, Marko Simic pernah menjadi bagian timnas U-21 Kroasia pada ajang kualifikasi Piala Eropa U-21 2011 dan bermain satu tim dengan tiga nama pemain tersebut.

Dari ketiga nama pemain itu, Dejan Lovren nampaknya merupakan pemain timnas Kroasia yang masih menjalin komunikasi secara intens dengan Marko Simic.

Saat ditemui, Marko Simic mengakui bahwa dia punya kedekatan spesial dengan Dejan Lovren yang merupakan salah satu pilar pemain bertahan klub Inggris Liverpool.

"Kami adalah teman satu kamar setiap kali kami melakukan perjalanan bersama timnas Kroasia (U-21). Kami selalu bersama di kamar yang sama, kami sangat dekat," kata Marko Simic

Marko Simic mulai menimba ilmu sepak bola dari klub asal kotanya, Rijeka. Kala itu, pada 2013 atau di usia 13 tahun Marko Simic masuk akademi Rijeka.

Selama tiga tahun, kemampuan Marko Simic berkembang dengan baik hingga akhirnya dia pindah ke akademi klub yang lebih besar yakni Dinamo Zagreb.

Dengan klub yang dikenal melahirkan Luka Modric itu, Marko Simic bertahan sejak 2003 hingga 2007.

Sayangnya, talenta Marko Simic dianggap tak mampu untuk bersaing di tim utama Dinamo Zagreb hingga akhirnya dilepas.

Klub profesional pertama Marko Simic yakni Daugava Daugavpils, klub semenjana di Liga Latvia. Pada 2008, ia hijrah ke klub itu dan sukses bermain sebanyak 20 kali dan mencetak 4 gol.

Performa itu sempat membawa Marko Simic ke FC Khimki di Liga Rusia, namun disana ia tak berkembang dan akhirnya kembali ke Kroasia dengan memperkat Lokomotiva Zagreb pada musim 2009-10.

Di klub itu pun, Marko Simic kurang berkembang dan akhirnya mencoba peruntungan ke Hungaria dengan bermain di kompetisi kasta tertinggi tertinggi negara tersebut Vasas SC.

Disana ia bermain 16 kali dan mencetak 3 gol, performa ini pun membuatnya direkrut oleh klub besar Liga Hungaria, Ferencvaros untuk musim 2011-12.

Dia hanya mampu bermain 8 kali dan mencetak 1 gol.

Marko Simic lalu bermain untuk Belchatow, di Ekstraklasa Polandia pada 2012-13 dan hijrah ke Mura 05, sebuah klub asal Liga Slovenia semusim setelahnya.

Marko Simic lalu bermain untuk Inter Zapresic, klub kasta bawah kompetisi Liga Kroasia pada musim 2013-14.

Petualangan Marko Simic di Eropa berakhir dengan memperkuat Pordenone, klub Serie C Italia musim 2014-15

Namun, Marko Simic tak punya banyak kesempatan bermain dan tak sanggup mencetak gol. Bukannya semakin bersinar, karirnya malah kian meredup dengan hanya mencatatkan satu penampilan.

Setelah semusim berseragam Pordenone, Marko Simic kemudian hijrah ke Asia Tenggara dan bermain di kasta teratas liga Vietnam, Becamex Binh Du’ong. Di klub ini ia mampu mencetak empat gol dari enam laga.

Tabiat yang mudah berganti klub sejak di Eropa kembali dijalani oleh Marko Simic.

Berturut-turut sejak 2015 hingga 2016, dia memperkuat Becamex Binh Durong, Dong Thap dan Loang An.

Pada tanggal 6 Januari 2017, Marko Simic bergabung dengan klub Liga Primer Malaysia Negeri Sembilan. Di Negeri Sembilan, Simic mulai menunjukan tajinya. Ia bermain di 13 pertandingan dan mencetak tujuh gol.

Penampilan tajam itu membuatnya direkrut oleh klub kasta utama atau Liga Super Malaysia, Melaka United SA.

Bersama Skuad Hang Tuah itu, Marko Simic menjelma menjadi penyerang tajam dengan mencetak 12 gol dari 12 laga yang ia jalani di semua kompetisi.

Dia melakukan debut pertama untuk Melaka United dalam pertandingan imbang 1-1 melawan PKNS pada 1 Juli 2017.

Marko Simic juga pernah tampil pada Piala FA Malaysia 2017 bersama Melaka United dan bermain sebanyak enam kali serta menyumbang satu gol.

Melihat statistik apik itu, dia diincar beberapa klub di Indonesia dan salah satu yang beruntung menjadi pelabuhan baru bagi Marko Simic adalah Persija Jakarta.

Pada tanggal 27 Desember 2017, Marko Simic menandatangani kontrak selama dua tahun dengan Persija Jakarta setelah ia tidak mencapai kesepakatan dengan Kelantan FA. Pemain berposisi striker itu menjadi pemain asing pertama yang dikontrak Persija untuk kompetisi musim 2018.

Tak tanggung-tanggung, ketajaman Marko Simic langsung keluar begitu bermain di Indonesia.

Total, Marko Simic sudah mencetak 46 gol dari semua laga yang ia jalani bersama Persija Jakarta.

Kombinasinya dengan beberapa pemain Persija Jakarta, terbilang padu di lini serang Macan Kemayoran.

Marko Simic pun sukses mengantar Persija Jakarta juara Liga 1 2018.

Waktu itu, Marko Simic memang baru semusim memperkuat Persija Jakarta, namun ia sudah memberikan 3 gelar bagi Macan Kemayoran.

Selain trofi Liga 1 2018, ada dua trofi turnamen pramusim yakni trofi Piala Presiden 2018 dan trofi turnamen Boost SportsFix Super Cup 2018 di Malaysia.

Sepanjang 2018, Marko Simic telah mencetak 29 gol di semua ajang bersama Persija Jakarta. Saat memperkuat Persija di Piala Presiden 2018, Marko Simic menyumbang 11 gol.

Dari torehan tersebut, Marko Simic memenangkan gelar pemain terbaik serta menjadi top skor Piala Presiden 2018. Marko Simic juga menyejajarkan diri dengan Christian Gonzales sebagai pemiliki gol terbanyak selama gelaran kompetisi tahunan tersebut dengan 11 gol.

Hingga 2019, Marko Simic tetap tajam dan masih bermain untuk Persija Jakarta di Liga 1.


Di balik prestasinya yang gemilang, Marko Simic pernah diterpa isu kurang sedap. Pada Juni 2018, namanya disebut-sebut sebagai pelaku kurang baik terhadap sejumlah selebriti di Tanah Air. Mulai dari Via Vallen, DJ Dinar Candy hingga aktris Sandra Olga.

Selain itu, simic juga terlibat kasus yang sama saat di Australia.

Kasus Marko Simic langsung menjadi perhatian media Australia kala itu. Sesaat setiba di Bandara Sydney pada Minggu (10/2), media Australia, 9news.com.au langsung melaporkan tuduhan tindakan tidak baik yang dialamatkan kepada Simic.

Kasusnya pun langsung dilimpahkan ke pengadilan dengan dakwaan melakukan tindakan kurang terpuji tanpa persetujuan kepada seorang perempuan.

Kejadian itu terjadi di atas pesawat Garuda Indonesia ketika Persija akan menghadapi Newcastle Jets pada babak kualifikasi Liga Champions Asia (LCA) 2019, beberapa waktu lalu. Ketika tiba di Australia, paspor Simic ditahan petugas setempat.

"Sebetulnya tidak sejauh itu, banyak beredar di luar-luar pelecehannya seperti apa, tidak. Jadi pada penerbangan GA0741 (Garuda Indonesia) dari Bali ke Sydney dalam satu jam perjalanan. Silakan tanya ke Garuda apa masih dalam teritorial Indonesia. Simic duduk di kursi nomor 37 perempuan itu ada di 39," ujar Pengacara Persija, Gusti Randa.

"Row 37, 38, 39 memang sudah di-booking oleh Persija. Antara Simic dengan perempuan ini sudah saling kenal. Artinya kenal di atas pesawat. Bukan ujug-ujug tidak kenal," kata Gusti

Marco Simic, seperti yang dituturkan oleh Gusti, kemudian memegang tangan wanita tersebut. Tidak terima, wanita itu melapor ke pramugara yang sedang bertugas di pesawat.

"Ada sedikit pegangan tangan, dipegang tangan perempun itu, lalu merasa tidak suka. Lalu dipegang lagi pahanya, lalu gak suka. Nah perempuan itu melaporkan kepada pramugara," tutur Gusti.

"Akhirnya, perempuan itu dipindahkan ke kursi no 21. Setelah itu sudah selesai masalahnya. Namun, perempuan itu merasa tidak safe takut digoda lagi, maka dia adukan kepada pramugara. Di dalam penerbangan itu ada beberapa tahapan peringatakan kepada penumpang. Disebut ada warning satu, warning dua. Kalau warning kedua tidak mau, akan diberikan final warning card," imbuhnya.

Setelah kabar mengenai kasus tersebut, banyak yang bertanya-tanya mengenai sosok perempuan yang diduga menjadi korban Simic.

Pengacara Marko Simic, Gusti Randa mengungkapkan sosok perempuan tersebut adalah orang Indonesia.

Perempuan berinisial RW itu diketahui bekerja sebagai seorang humas di Australia. Ia merupakan salah satu penumpang pesawat Garuda Indonesia dari Bali menuju Sydney yang membawa rombongan tim Persija Jakarta.

Meski tersandung masalah hukum, Simic tetap dimainkan oleh pelatih Persija Jakarta, Ivan Kolev dalam pertandingan kualifikasi Liga Champions Eropa melawan klub asal Australia, Newcastle Jets pada 12 Februari lalu.

Penonton di stadion beberapa kali mencemooh ketika Simic menggiring bola dengan teriakan dengan nada ejekan. Bahkan, saat pertandingan, akun Instagram suporter Newcastle Jets mengunggah sebuah foto mobil polisi dengan caption yang menyindir Simic.

Untuk menyelesaikan kasusnya, Simic dilarang untuk meninggalkan Australia sebelum persidangan selesai. Akibatnya, penyerang andalan Persija Jakarta ini harus absen di dua kompetisi, yakni Piala AFC dan Piala Presiden 2019. Untuk menggantikan posisi Simic pun, Persija Jakarta pun harus mencari pemain pengganti.

Gara-gara kasus itu, pemain asal Kroasia itupun dikabarkan bakal diputus kontraknya oleh manajemen Macan Kemayoran.

Namun, seiring berjalannya waktu, takdir kembali mempertemukan Simic dengan Persija Jakarta.

Manajemen Persija Jakarta memastikan tetap mempertahankan Marko Simic sebagai salah satu pemain andalannya.

Kala itu, Meski harus absen di Piala Presiden dan Piala AFC, pemain berusia 31 tahun tersebut disiapkan untuk kompetisi Liga 1 2019.

Terbaru, Persija Jakarta akhirnya memperpanjang kontrak striker asal Kroasia tersebut. Kontrak jangka panjang diberikan oleh tim Macan Kemayoran kepada Marko simic.

Kinerja Simic selama dua musim membela Persija membuat manajemen memagarinya dengan kontrak dengan durasi tiga tahun. Hal tersebut juga sangat diinginkan oleh Simic, yang gabung tahun lalu.

“Semua tahu Simic bermain sangat baik di kompetisi tahun ini. Ia juga memiliki komitmen yang kuat untuk tetap bertahan di Persija, dan berjuang bersama di tahun depan," beber Ferry Paulus.

"Maka dari itu kami putuskan memperpanjang kontrak Marko Simic untuk tiga tahun ke depan,” tegas pria yang menjabat sebagai CEO Persija itu.

“Saya hanya bilang bahwa ini adalah puncak karier, dan sangat bangga saat ini. Sebelumnya saya sudah berdoa, dan berharap sejak lama dan akhirnya saya bisa tinggal di sini untuk tiga tahun ke depan. Tentunya ini sangat menyenangkan,” tutup Simic.

Menarik untuk ditunggu, aksi aksinya di liga 1 2020. Apakah masih tajam?