Recent Posts

KISAH ANDIK VERMANSYAH : Dulu Jualan Es di Tambaksari Kini Jadi Pemain Bola dengan Gaji Tinggi

Andik Vermansyah merupakan pemain sepak bola kelahiran Jember, Jawa Timur, 23 November 1991, dari pasangan Saman dan Jumaiyah. Andi... thumbnail 1 summary
KISAH ANDIK VERMANSYAH : Dulu Jualan Es di Tambaksari Kini Jadi Pemain Bola dengan Gaji Tinggi


Andik Vermansyah merupakan pemain sepak bola kelahiran Jember, Jawa Timur, 23 November 1991, dari pasangan Saman dan Jumaiyah.

Andik terlahir di keluarga yang sederhana. Ayahnya sempat jadi pekerja bangunan dan ibunya merupakan seorang penjahit.

Penghasilan kedua orangtuanya itu pun bisa dibilang pas-pasan dan hanya cukup untuk kehidupan sehari-hari dan biaya sekolah Andik kala itu.

Andik dan keluarga pernah tinggal di sebuah rumah kontrakan. beberapa waktu lalu Andik menunjukkan tempat kontrakan yang dulu ditempati bersama keluarga. Kesederhanaan terlihat di berbagai sudut ruangan.

Tak jarang Andik harus berdesak-desakan dengan anggota keluarga lain saat berada di rumah. Untuk mencukupi kebutuhan ekonomi, pria bertubuh mungil ini juga rela menjajakan kue berkeliling kampung.

"Dulu sedih. Cari makan saja susah," ucap Jumariah dan Saman, ibunda serta ayahanda Andik.

Kondisi ekonomi keluarga yang serba terbatas membuat kedua orangtua Andik tidak mempunyai cukup uang untuk mendukung mimpi Andik menjadi pemain sepakbola.

Andik sempat dilarang jadi pemain sepakbola oleh kedua orantuanya. Oleh sebab itu, Andik pun membantu kedua orang tua mendapatkan uang.

Sebelum menjadi pesepakbola profesional dengan gaji tinggi, ia pernah menjadi penjual es dan makanan kecil di Stadion Gelora 10 Nopember Siurabaya. Dia juga pernah menjadi loper koran.

"Waktu itu saya masih kelas IV SD. Saya berjualan minuman dan makanan kecil di stadion setiap Persebaya main. Itu saya lakukan supaya bisa memenuhi keinginan membeli sepatu sepakbola.

Setelah besar, saya juga pernah menjadi loper koran,"

Hasilnya ditabung untuk membeli sepatu sepakbola. Selain itu, sebagian uang ia sisihkan sebagai uang jajan.

“Hitung-hitung bantu keluarga dan untuk jajan saya setiap hari. Sebab orang tua kadang tidak bisa kasih uang jajan,”  Andik .

Andik kecil memang menyenangi sepakbola. Saat SD, ia berlatih di Sekolah Sepakbola (SSB) Dwikora. Selanjutnya pindah ke SSB Kedawung Setia Indonesia (KSI) Surabaya.

Dari KSI, Andik direkrut SSB Suryanaga Surabaya.

Ini bermula dari pelatih Suryanagam Rudi yang takjub melihat kemampuan an bakat Andik.

“Waktu itu dia(Rudi) nonton aku bermain dan dia bertanya kamu ikut SSB apa? Aku jawab, tidak ada. Aku pun diajak ke Suryanaga, gratis. Terus aku bilang kakak dan diizinkan,” jelas Andik dikutip dari Kompas.com.

Di bawah asuhan SSB Suryanaga, karier Andik berkembang cepat. Saat usia 17 tahun, Andik Vermansah masuk Persebaya.

Setelah gabung Andik baru berkesempatan bermain kali pertama bersama Persebaya pada 2008. Saat itu menghadapi Persekabpas Pasuruan.

Persebaya Surabaya menjadi klub profesional pertama Andik Vermansah.

Setelah bermain di Persebaya Surabaya, nama Andik Vermansah pun bersinar dan menjadi bintang baru di sepakbola Kota Pahwalan.

Bagi Andik Vermansah, bisa masuk ke tim Persebaya Surabaya merupakan suatu kebanggaan tersendiri yang akhirnya dia mengidolakan dan mencintai hanya satu klub di Indonesia, yakni Persebaya Surabaya.

Setelah memperkuat tim Persebaya selama dua tahun, Andik terpilih dan dipercaya sebagai salah satu pemain Timnas Indonesia U-23 yang diturunkan di kompetisi SEA Games 2011.

Nama Andik pun melejit setelah aksinya di lapangan hijau kompetisi tingkat regional Asia Tenggara tersebut.

Berkat kepiawaiannya menggiring bola dan menembus pertahanan lawan, ia menerima kehormatan sebagai pemain yang memperkuat skuad Timnas indonesia melawan LA Galaxy.

Andik menerima banyak pujian dan acungan jempol atas aksi di pertandingan yang mempertemukannya dengan bintang sepak bola dunia, David Beckham.

Pujian bahkan datang dari pelatih LA Galaxy, Bruce Arena. Dirinya semakin bangga setelah Beckham menghadiahi kaos miliknya sebagai permintaan maaf atas tackling yang dilakukan Beckham saat pertandingan.

Usai laga, saat masih dalam wawancara, Beckham terlihat memanggil Andik dan memberikan kostumnya kepada pemain mungil ini. bahkan beckham menolak bertukar kostum dengan pemain lain.

Dengan gayanya di lapangan hijau yang membuat dirinya disebut sebagai "Messi-nya Indonesia", Andik sanggup membuat klub besar dunia, seperti Benfica dan Reggina, meliriknya.

Namun rumor itu dibantah Andik karena ia telah melakukan penandatanganan kontrak dengan Persebaya sampai 2013. Meski demikian, Andik tak membantah jika dirinya ingin go international.

Berbagai tawaran dari klub luar negeri berdatangan ketika masa kontraknya berakhir dengan Persebaya 1927.

Keinginan Andik untuk merumput di luar negeri akhirnya terkabul.

Pada akhirnya Andik lebih memilih bergabung dengan skuad Malaysia, Selangor FA. Ia mulai merumput bersama klub di bawah kepelatihan Mehmet Durakovic ini mulai Januari 2014 dan berperan sebagai penyerang.

"Sejujurnya, saya mendapatkan tawaran dari dua tim lain (J-League Jepang dan Ventfroet Kofu), tetapi hati saya lebih memilih bermain bersama Selangor," cerita Andik. "Selangor adalah klub yang mempunyai nama besar di sepakbola Malaysia dan apabila peluang datang, saya tidak mau menolaknya."

Penghasilan Andik sebagai pemain bola mulai meroket saat dia bergabung di Selangor FA. Kabarnya dalam setahun dia digaji US$ 150 juta atau setara Rp 2,1 triliun.

Dari selangor fa Andik kemudian memutuskan berlabuh ke kedah fa setelah menandatangani kontrak selama satu tahun bersama tim berjulukan Helang Merah tersebut.

Bergabungnya Andik ke Kedah FA cukup mengejutkan. Pasalnya, pemain berusia 26 tahun tersebut menjadi rebutan enam klub Indonesia, termasuk Persib bandung.

Sayangnya, Andik masih belum berhasil mempersembahkan prestasi bagi Indonesia. Beberapa kali memperkuat timnas untuk ajang Piala AFF, Andik belum mampu membawa pulang piala.

Pada Piala AFF 2012, Indonesia mesti tersingkir di babak penyisihan. Empat tahun kemudian, Indonesia harus puas menjadi runner-up setelah kalah dari Tim Gajah Putih, Thailand.

Meskipun belum berhasil mencetak prestasi yang memuaskan bersama Timnas Indonesia, Andik mempunyai catatan prestasi tersendiri di dunia sepakbola Indonesia. Ia merupakan satu dari sedikit pemain sepakbola Indonesia yang bermain untuk klub luar negeri.

Kini Andik Vermansah udah berlabuh ke Madura United untuk kompetisi Liga 1 2019. Dia sudah menjadi pesepak bola yang dikenal banyak orang.

Dari rumah kontrakan, kini Andik sudah mempunyai rumah sendiri di salah satu perumahan elite di surabaya

Selain itu, beberapa kendaraan seperti mobil toyota fortuner, ford fiesta, dan juga motor honda CBR 150 SUDAH DIMILIKINYA...

meskipun begitu, Andik yang sekarang masih tetap seperti Andik yang dulu... tak ada sifat sombong dengan apa yang dimilikinya sekarang...

"Kalau masalah sifat, saya tetap Andik yang dulu," pungkas Andik

LIHAT VIDEO DI BAWAH INI :