Egy Maulana Vikri lahir di Medan, Sumatra Utara, 7 Juli tahun 2000 adalah pemain sepak bola yang kini bermain untuk Lechia Gdańsk.
Egy Maulana Vikri merupakan putra kedua dari tiga bersaudara.
Kakak Egy bernama Yusrizal Muzzaki, yang ternyata juga berkompetisi di ajang Liga 2 tahun 2017 bersama PSBL Langsa dan PS Timah Babel Bangka Belitung
Adiknya perempuan bernama afifah tahirah
ayahnya bernama syarifuddin dan ibunya bernama aspiyah.
Ayahnya, merupakan mantan striker di PS Tirtanadi yang pensiun pada 2003 silam. Semenjak itulah, Syarifuddin beralih profesi menjadi seorang pedagang. Menurut laporan dari situs Goal, rumah orangtua Egy di Medan membuka usaha toko kelontong.
Meski udah pensiun, Syarifuddin tetap punya misi. Dia pengin menjadikan putranya pemain sepak bola. Misi itu pun tercapai, dan bisa dibilang melebihi ekspektasi karena Egy berhasil jadi pesepak bola kaliber dunia.
Saat masih tinggal di Medan, Egy cukup dikenal berkat bermain di turnamen-turnamen lokal. Pada momen ini dia nyaris hilang harapan.
Saat kecil, Egy adalah sosok yang begitu antusias terhadap sepak bola.
Dipadukan dengan ayahnya yang juga mantan pesepak bola lokal, bakat Egy yang sudah tampak sejak kecil perlahan mulai terasah. Namun, bukan berarti karier sepak bola Egy berjalan dengan mulus-mulus saja.
Egy bercerita, bahwa saat remaja dulu, dia pernah hampir mau pensiun dini. Itu terjadi karena dia pernah dibohongi oleh panitia saat mengikuti sebuah turnamen sepak bola di daerahnya.
menurut panitia egy bakal mendapatkan hadiah karena menjadi pemain terbaik, tapi nyatanya itu tidak terjadi. egy lalu menangis..
dan lagi...
dan lagi...
Suatu ketika dia harus terbang ke Jakarta bersama seorang agen pencari bakat. Selain diiming-imingi bakal tenar, dia juga dijanjikan bakal diterbangkan ke Swedia dan Malaysia. Egy tentu aja senang. Dia cepat-cepat buat paspor.
Namun apa yang terjadi? Egy ternyata ditipu. Dia malah diminta membayarkan uang dalam jumlah tertentu.
Di situlah Egy Maulana Vikri merasa terpukul banget. Menurutnya, udah gak ada lagi yang bisa diharapkan dari sepak bola.
Dalam posisinya yang berada di titik terendah tersebut, Egy mengakui ada beberapa sosok yang kembali membangkitkan semangatnya untuk bermain bola. Ketika dibohongi soal trofi, kenang Egy, ayah dan pamannya langsung membelikannya trofi mainan sehingga Egy bahagia kembali.
Egy jadi jarang latihan. Setiap hari usai pulang sekolah aktivitasnya cuma ngaji atau tidur.
Dalam posisinya yang berada di titik terendah tersebut, Egy mengakui ada beberapa sosok yang kembali membangkitkan semangatnya untuk bermain bola. Ketika dibohongi soal trofi, kenang Egy, ayah dan pamannya langsung membelikannya trofi mainan sehingga Egy bahagia kembali.
Di saat merasa terpuruk, sang ayah hadir menyemangati. Egy pun sadar bahwa dirinya emang harus mengejar karier di sepak bola buat menggapai impian.
Dia pun bertemu dengan seorang bernama Subagja Suihan yang akhirnya membawanya ke Jakarta. Subagja berjanji ke orangtua Egy kalau dia bakal bertanggung jawab.
Bagja pengin mengajak Egy langsung ke Jakarta buat mengikuti audisi Timnas U-14. Semua biaya akomodasinya ditanggung olehnya. Buat menyemangati Egy, Bagja bilang kalau dia gak bakal lagi diurus selama ada di Jakarta kalau gagal jadi pemain profesional.
Untuk meyakinkan ayah egy, bagja sampai menelfon Firman utina yang kita ketahui dia adalah mantan pemain timnas indonesia dan sudah kenyang pengalaman di sepak bola tanah air.
Untuk meyakinkan ayah egy, bagja sampai menelfon Firman utina yang kita ketahui dia adalah mantan pemain timnas indonesia dan sudah kenyang pengalaman di sepak bola tanah air.
"Akhirnya, sampai Pak Bagja (Subagja Suihan) datang baru yakini saya, bapak saya suruh latihan lagi terus. Itu juga enggak langsung percaya bapak saya sama pak Bagja. Pak Bagja urus ini, urus itu, Pak Bagja serius, telpon Firman Utina (mantan pemain Timnas Indonesia) buat yakinkan bapak saya. Baru mulai dari situ bapak saya mulai percaya."
"Pak Bagja izin ke sekolah. Dia urus tempat tinggal saya nanti di sana (Jakarta). Akhirnya saya berangkat seleksi Timnas U-14, saya yakin bisa bersaing. Soalnya saya nggak seleksi di Medan, langsung ke Jakarta."
Egy Maulana Vikri pun dititipkan ke Sekolah Atlet Ragunan.
Egy Maulana Vikri rajin berlatih di Diklat Ragunan Jakarta. Dalam satu hari, dia bisa latihan hingga dua kali, pagi dan sore.
Waktu liburnya adalah Rabu sore, Sabtu sore, dan Minggu sore. Ketika libur, dia ke asrama buat beristirahat dan kadang jalan-jalan ke mal sama teman-temannya. Maklum deh, meski ganteng tapi Egy saat itu gak punya pacar.
Karena latihan dan bakatnya, Egy pun sukses meraih mimpi. Dia masuk ke Timnas U-14, U-16, bahkan hingga di U-19.
Prestasi Egy Maulana Vikri yang cukup baik ternyata terdengar hingga ke Polandia lewat sebuah media Inggris, The Guardian. Dalam artikel di media tersebut, Egy masuk ke daftar 60 pemain muda berbakat dunia.
Indra dan Dusan Bogdanovic, agen Egy, sempat mengatakan kalau sebetulnya gak cuma Lechia yang kepincut sama permainan Egy. Saint Etienne, Ajax, Legia Warsawa, Benfica, Sporting Lisbon, dan beberapa tim bola Eropa lain juga ikut melirik Egy.
Setelah melalui berbagai pertimbangan, akhirnya pilihan itu jatuh ke Lechia Gdansk. Walaupun tim yang udah berdiri tahun 1945 silam itu sedang babak belur karena sempat dibantai Juventus 0-7 dan terancam degradasi, Egy dinilai bisa banyak belajar di sini.
Indra berpikir, ketimbang bermain di tim besar tapi minim jam terbang, mending main di Lechia dulu tapi bisa jadi bintang.
Masuknya Egy ke Lechia juga menjadi sejarah baru bagi dunia sepak bola Polandia. Pasalnya, Egy jadi satu-satunya pesepak bola Asia Tenggara yang bermain di Liga Polandia!
Selama ini, Egy sering disebut-sebut sebagai 'Messi Indonesia'. Sebutan tersebut ia dapatkan dari salah satu pelatih di Spanyol. Kemudian salah satu komentator pertandingan sepakbola di Indonesia, menamai Egy dengan sebutan 'Messi Kelok Sembilan'.
Pemberian nama baru pada Egy ternyata tak berhenti sampai di situ saja. Media Polandia baru-baru ini memberikan sebutan baru bagi Egy, yaitu 'Neymar Indonesia'.
Dalam tulisannya, Polsat Sport, menulis bahwa Lechia mendatangkan pemain dari Indonesia dengan judul 'Mendatangkan Neymar Indonesia, Akankah Penggemar Lechia Bertambah?'
Kedatangan Egy ke Lechia memang menjadi sorotan di Polandia maupun di dalam negeri sendiri. Di klub barunya tersebut, Egy langsung mendapat kontrak dan diberi kepercayaan menggunakan nomor punggung '10'.
Nomor tersebut begitu sakral bagi dalam sepakbola. Pasalnya, pemain hebat seperti Messi juga menggunakan angka tersebut. Dan angka itu identik dengan pemain yang sangat produktif dalam mencetak gol, memiliki kemampuan hebat dalam menggiring bola, dan tendangan keras.
Selama ini, Egy sering disebut-sebut sebagai 'Messi Indonesia'. Sebutan tersebut ia dapatkan dari salah satu pelatih di Spanyol. Kemudian salah satu komentator pertandingan sepakbola di Indonesia, menamai Egy dengan sebutan 'Messi Kelok Sembilan'.
Pemberian nama baru pada Egy ternyata tak berhenti sampai di situ saja. Media Polandia baru-baru ini memberikan sebutan baru bagi Egy, yaitu 'Neymar Indonesia'.
Dalam tulisannya, Polsat Sport, menulis bahwa Lechia mendatangkan pemain dari Indonesia dengan judul 'Mendatangkan Neymar Indonesia, Akankah Penggemar Lechia Bertambah?'
Kedatangan Egy ke Lechia memang menjadi sorotan di Polandia maupun di dalam negeri sendiri. Di klub barunya tersebut, Egy langsung mendapat kontrak dan diberi kepercayaan menggunakan nomor punggung '10'.
Nomor tersebut begitu sakral bagi dalam sepakbola. Pasalnya, pemain hebat seperti Messi juga menggunakan angka tersebut. Dan angka itu identik dengan pemain yang sangat produktif dalam mencetak gol, memiliki kemampuan hebat dalam menggiring bola, dan tendangan keras.
Seperti itulah perjuangan Egy Maulana Vikri. Perjalanan hidupnya penuh perjuangan dan cerita memilukan, dan sekarang semuanya udah terbayar. Kisah Egy juga mengingatkan kita tentang gimana pentingnya dukungan dari orang terdekat buat meraih mimpi.
so buat kalian yang ingin meraih mimpi, berdoalah selalu... tetaplah bersemangat mengejarnya dan jangan lupakan orang terdekat. yang paling utama adalah peran orang tua...
LIHAT VIDEO BERIKUT INI :
so buat kalian yang ingin meraih mimpi, berdoalah selalu... tetaplah bersemangat mengejarnya dan jangan lupakan orang terdekat. yang paling utama adalah peran orang tua...
LIHAT VIDEO BERIKUT INI :
