Recent Posts

KISAH HAMKA HAMZAH : Seorang Bek yang Pernah Jadi Striker dan Kiper

Usianya 35 tahun. Tapi di lapangan tak ada tanda-tanda jika umurnya tak muda lagi. Masih kuat. Disiplin mengawal pertahanan dan selalu tampi... thumbnail 1 summary
Usianya 35 tahun. Tapi di lapangan tak ada tanda-tanda jika umurnya tak muda lagi. Masih kuat. Disiplin mengawal pertahanan dan selalu tampil luar biasa.

Performa yang ditunjukkan selama ini sudah tentu merupakan buah disiplin dan kerja kerasnya selama ini.

Perjalanan panjang sebagai pesepakbola profesional sudah dilaluinya dengan penuh dedikasi dan menjunjung tinggi profesionalitas.

Hamka Hamzah lahir di Makassar, Sulawesi Selatan, pada 29 Januari 1984. Saat ini Hamka memperkuat tim Arema FC di liga 1 2019.

Hamka menikahi belahan jiwanya Maria Margaretha Mellysha pada tahun 2007 silam. Dari pernikahan itu, Ia dikaruniai dua anak yakni Gwen dan Gava.

Ia memulai karier sepak bolanya di Makassar. Kualitas permaianannya menjadi incaran klub besar tanah air. Meski sebagai posisi bek, ia sering mencetak gol. Ban kapten klub pun kerap disandangnya.

Hamka Hamzah adalah salah satu pemain sepak bola Indonesia yang terkenal karena keahliannya yang bisa bermain di berbagai posisi. Namun, posisi bertahan menjadi kelebihan pria berpostur 183 cm ini. Ia dengan kokoh dan berani mengawal striker-striker lawan.

Pria yang akrab disapa Hamka ini menjadi bek andalan Timnas Indonesia pada  masa gemilangnya.

Hamka mengawali kariernya bersama PSM Makassar Junior pada tahun 2001-2002. Saat itu usianya menginjak 17 tahun.

Setelah debutnya bersama PSM Makassar, pada tahun 2002 ia resmi berkostum Persebaya Surabaya. Di sana ia tampil sebanyak 20 kali dengan jumlah gol 1.

Cukup semusim di Surabaya, ia pindah ke Persik Kediri. Di Persik ia bertahan hampir 2 musim dengan penampilan 50 kali dan 2 gol. Hampir di setiap tim yang ia bela, Hamka selalu menggunakan nomor punggung 23. Itu nomor kesukaannya.

Pada tahun 2005, ia resmi bergabung tim kebanggan Ibu Kota, Persija Jakarta. Ia menjadi salah satu pemain yang paling disukai The Jakmania, karena penampilannya begitu apik dan lihai dalam menjaga pertahanan.

Bersama Persija Hamka bisa dibilang lebih produktif untuk seorang pemain bertahan, dengan mencetak 5 gol dari 62 penampilannya.  Di Persija ia hampir menghabiskan tiga musim.

Pada tahun 2008, ia kembali lagi membela Persik Kediri kurang lebih satu musim. Dengan tampil sebanyak 32 kali, hamka mampu mencetak 3 gol.

Pada tahun 2010, Hamka berlabuh ke persisam putra samarinda. Di persisam, ia pernah diduga menghasut suporter untuk menekan Aji Santoso, pelatih persisam kala itu. Hamka Hamzah pun dipecat.

"Dia telah mengajukan pengunduran dirinya kepada saya melalui SMS (pesan singkat). Namun, walaupun dia tidak mengajukan pengunduran diri itu, manajemen tetap akan mengeluarkannya. Bahkan, walaupun gubernur meminta dia tetap dipertahankan, kami akan tetap mengeluarkannya," kata General Manajer Persisam Putra Samarinda Harbiansyah Hanafiah kepada wartawan di Samarinda, Selasa.

"Secara resmi, Aji telah menyampaikan pengunduran dirinya tadi pagi (Selasa) melalui telepon. Walaupun kami telah berupaya meminta dia tetap bertahan, namun Aji Santoso tetap memutuskan hengkang dari Persisam dengan alasan tidak tahan oleh tekanan dari Pusamania," katanya.

"Setelah kami selidiki, ternyata tekanan itu berasal dari Hamka Hamzah yang menggunakan Pusamania. Mereka sudah pecah setelah Persisam kalah 0-2 saat menjamu Pelita Jaya, pekan lalu. Saya sangat menyayangkan sikap Hamka Hamzah yang memanfaatkan suporter untuk menekan Aji Santoso. Mestinya, jika ada masalah dilaporkan ke manajemen, bukan dengan cara memanfaatkan suporter," ujar Harbiansnyah Hanafiah.

Pada tahun 2010, akhirnya Hamka hijrah ke persipura jayapura dan hanya mencetak 1 gol dari 23 penampilannya.

Pada tahun 2011, Mitra Kukar jadi pelabuhan berikutnya. Ia cukup lama memperkuat tim ini, yakni mulai tahun 2011 hingga tahun 2014.

Saat di mitra kukar, hamka sempat menolak pinangan PSM. Ia mengaku sudah terikat kontrak seumur hidup dengan Mitra Kukar.

Menurut Hamka, ia memiliki alasan kuat dibalik penolakannya kembali ke PSM. Menurutnya, tim kebanggaan masyarakat Sulawesi Selatan itu sejak dahulu tidak pernah memberikan penghargaan bagi pemain lokal.

"Saya memutuskan tidak akan pindah ke klub lain. Termasuk ke PSM. Saya terikat kontrak seumur hidup dengan Mitra Kukar," ungkap Hamka.

"Justru bermain di luar kita lebih dihargai. Makanya saya putuskan tidak akan kembali ke PSM sampai kapanpun sepanjang tidak ada penghargaan," tandasnya

Pada tahun 2014, Hamka Hamzah akhirnya memutuskan hengkang dari Mitra Kukar dan bergabung dengan klub Malaysia Super League, Perbadanan Kemajuan Negeri Selangor (PKNS) FC.

Rumor bakal hengkangnya Hamka Hamzah ke Malaysia sejatinya telah lama terdengar. Namun saat itu, Hamka santer diberitakan akan bergabung dengan klub Selangor FA yang notabene merupakan klub sekota PKNS FC.

Sayangnya, Hamka Hamzah tak kerasan bermain di liga malaysia. Salah satu alasan yang membuat Hamka Hamzah tak kerasan bermain di Malaysia adalah terjadinya praktik pengaturan skor.

Menurut Hamka Hamzah, praktik pengaturan skor di Liga Malaysia sudah sangat kronis. Pasalnya, praktik-praktik kotor itu dilakukan secara massif dan sistematis.

Hamka Hamzah sendiri hanya bertahan satu musim di Liga Malaysia bersama klub PKNS FC pada tahun 2014 silam.

"Di Malaysia sangat parah kalau bicara soal pengaturan skor. Bukan satu-dua pemain yang terlibat, tapi bisa satu tim sekaligus pengurusnya," ujar Hamka kepada salah satu media kenamaan pada 2015 lalu.

Hamka pernah dituduh terlibat match-fixing ketika membela timnas Indonesia kontra Malaysia pada leg pertama final Piala AFF 2010.

Saat itu, timnas Indonesia takluk dengan skor telak tiga gol tanpa balas. Kekalahan tersebut memupus harapan skuat Merah Putih untuk merengkuh gelar juara Piala AFF, setelah di leg kedua hanya menang 2-1.

Hamka menegaskan tuduhan yang ditunjukkan kepadanya tidak benar. Maka dari itu, ia ingin melaporkan para pemilik akun tersebut karena sudah mencemarkan nama baiknya di mata publik.

"Apabila tidak ada bukti siap-siap saja sampai harta habis pun saya siap [cari]. Masyarakat kita ini hanya melihat judul [berita], jarang membaca sampai habis," kata Hamka.

"Kalau tidak ada bukti, saya akan cari kalian yang akun gembok, saya sudah capture yang sangat parah dalam berkomentar. Saya siapkan habis harta untuk mencari kalian, aparat ada di mana-mana," tambahnya

Dari malaysia Hamka Hamzah kemudian kembali ke indonesia dan sering pindah ke beberapa klub besar. Tercatat seperti Pusamania borneo, Arema Cronus, kembali ke PSM Makassar hingga Sriwijaya FC.

Pada tahun 2018, Ia kembali memperkuat Arema di bawah asuhan Milomir seslija. Hamka memang bukan wajah baru bagi Arema FC. Sebelumnya, mantan bek PSM Makassar itu pernah memperkuat tim Singo Edan pada musim kompetisi 2016.

Hamka secara resmi diperkenalkan di kantor Arema FC di Jalan Mayjen Pandjaitan, Kota Malang, pada Jumat (13/7/2018).

"Di Jumat yang berkah ini, resmi kami perkenalkan kembali mantan kapten Arema di liga 2016, Hamka Hamzah," kata General Manajer Arema FC, Ruddy Widodo, seperti dikutip dari situs resmi Arema FC.

Meski posisinya adalah bek, tapi Hamka pernah dimainkan di posisi berbeda. Ia pernah menjadi gelandang pengatur serangan, Menjadi striker. Bahkan, pada pekan ke-19 Gojek Liga 1 pada 2018, pelatih Arema FC Milan Petrovic menurunkannya sebagai penyerang murni saat menghadapi Persija Jakarta.

Posisi kiper pun pernah dijalankan oleh Hamka Hamzah. Salah satu yang tercatat adalah saat Dia membela Persik Kediri.

Performa Hamka Hamzah juga pernah dipuji pelatih arema fc saat ini, milomir seslija. Bahkan pelatih asal Serbia itu menyamakan pemainnya seperti Sergio Ramos.

Pada laga melawan Persija Jakarta di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Sabtu 3 Agustus 2019 yang berakhir imbang 2-2, Hamkah Hamzah tampil luar biasa. Gol terakhir Arema merupakan hasil umpan dari Hamka.

Meski posisinya seorang bek, Hamka kerap membantu serangan Arema FC. Pemain 35 tahun itu tak ragu maju ke depan saat Singo Edan butuh tambahan daya gedor.

Milomir mengaku sangat bangga Arema memiliki pemain seperti Hamka. Perannya bahkan disamakan dengan Sergio Ramos.

"Saya sangat senang dengan penampilan Hamka Hamzah pada pertandingan ini, dia pemain yang cukup bagus dan bermain seperti Sergio Ramos pada laga ini," ujar Milomir usai laga.

"Saya juga sangat apresiasi dengan Hamka Hamzah, laga ini dia bisa memimpin dengan sangat baik. Selanjutnya kami akan bermain di derby Jatim, ini akan menjadi modal yang sangat baik," kata Milomir menambahkan.

Lewat kepemimpinan dan kualitas permainannya di lapangan hijau, klub berjuluk Singo Edan itu dibawanya menyabet Piala Presiden 2019. Selain itu, Hamka juga dinobatkan sebagai pemain terbaik pada ajang tahunan tersebut.

Hamka Tercatat sudah berpindah klub sebanyak 13 kali. Catatan ini dimulai dari karier awalnya di PSM Makassar sampai berlabuh di Arema FC.

Dari 13 kali kepindahan, Hamka tercatat pernah membela tim yang sama. Persik Kediri (2003-2005 dan 2008-2009), PSM Makassar (2000-2002 dan 2017) serta Arema (2015-2016 dan 2018 hingga sekarang).

Meski sudah berpindah klub sebanyak 14 kali, Hamka tercatat baru sekali merasakan gelar juara liga kasta tertinggi sepakbola Indonesia. Yakni juara ISL ketika membela Persipura pada 2011.

Berkat kualitas permaianannya, Hamka juga menjadi salah satu pemain yang paling sering memperkuat timnas Indonesia. Ia membela timnas kurang lebih selama 10 tahun seperti pada ajang penyisihan Piala Asia 2004, Piala Tiger 2004, Piala AFF 2010, dan Pra Piala Dunia 2014.

Karena kepribadian dan kepemimpinannya. Hamka Hamzah senantiasa ditunjuk sebagai kapten tim di tiap-tiap klub yang dibelanya. Ia pun sempat menjadi kapten timnas. Jabatan kapten selalu melekat di lengannya hingga sekarang, di AREMA FC.