Pada 24 April 1924 atau tepat 96 tahun yang lalu, lahirlah anak lelaki di baru dari daerah kecil di Makassar. Anak lelaki tersebut diberi nama Andi Ramang. Siapa sangka anak laki-laki tersebut menjadi legenda sepak bola Indonesia di kemudian harinya.
Mungkin menjadi nama asing untuk para pencinta bola tanah air zaman sekarang. Namun, apabila kita menelusuri sejarah, pria ini adalah salah satu pemain Indonesia yang pernah mencicipi kerasnya piala dunia. Kehebatannya seperti pesulap yang mampu melakukan sihir di atas lapangan. Goal-Goalnya bahkan membuat Ramang sangat ditakuti lawan.
Memulai karir profesionalnya di PSM Makassar, Ramang perlahan tapi pasti berkembang menjadi pesepak bola handal. Ramang bermain dalam dua periode di kompetisi liga Indonesia saat itu pada tahun 1947-1960 dan tahun 1962-1968. Hasilnya, Ramang mampu mempersembahkan dua gelar perserikatan kepada Juku Eja.
Kemampuan skill hebat meskipun bertubuh kecil
Postur tentu bukan penghalang untuk seseorang dapat bermain bola. Banyak pemain top Eropa bertubuh kecil tapi memiliki skill jempolan. Begitu juga dengan pemain ini, meski posturnya kecil namun mempunyai kemampuan olah bola yang menakjubkan.
Ramang dikenal sebagai striker kelas atas Indonesia pada dekade tahun 1940-an akhir hingga 1960-an. Andi Ramang dikenal memiliki kemampuan tendangan yang keras dan akurat, dan punya kecepatan di atas rata-rata.
Merupakan pemain yang bisa dikatakan one man, one club
Tidak banyak pemain yang mampu bertahan dalam satu klub sepak bola. Pengaruh uang dan prestasi, tentu menjadi godaan terbesar untuk pemain pergi. Namun, hal tersebut tidak terjadi kepada Ramang yang selalu setia dengan PSM Makassar. Sejumlah tawaran besar bahkan dengan berani ditolak untuk tetap berseragam merah.
Cerita kehebatan Ramang dikenang oleh FIFA
Berita kehebatan Ramang tidak hanya terdengar di daerah Indonesia dan sekitarnya saja. Pada tahun 2012 secara mengejutkan FIFA sebagai induk terbesar sepak bola dunia, mengeluarkan artikel membahas pemain ini. Hebatnya lagi dirinya merupakan orang pertama Indonesia yang diangkat ceritanya oleh organisasi tersebut.
Suatu ketika saat Indonesia bermain di Olimpiade di Australia, Pemain Uni Sovyet harus mengawal Ramang dengan dua sampai empat pemain untuk dapat menghentikannya. Selain jago dalam melewati lawan dirinya juga sering sekali menciptakan goal arkrobatik dengan salto.
Karena hal tersebutlah tubuh kecil Ramang tidak menjadi sebuah kelemahan saat bermain sepak bola.
Merupakan pemain yang bisa dikatakan one man, one club
Tidak banyak pemain yang mampu bertahan dalam satu klub sepak bola. Pengaruh uang dan prestasi, tentu menjadi godaan terbesar untuk pemain pergi. Namun, hal tersebut tidak terjadi kepada Ramang yang selalu setia dengan PSM Makassar. Sejumlah tawaran besar bahkan dengan berani ditolak untuk tetap berseragam merah.
Hampir 21 tahun Ramang bermain untuk tim tersebut. Sudah banyak prestasi yang ditorehkan oleh dirinya, dari mulai juara di era Perserikatan, top score dan bahkan menjadi pemain terbaik. Kehebatan Ramang untuk bertahan pada satu tim tentunya hanya dimiliki oleh segelintir pemain saja.
Pemain andalan Timnas Indonesia saat masa Kolonial
Kehebatan Ramang tentu tidak hanya saat di klub saja. Pasalnya pemain ini juga menjadi andalan Timnas Indonesia saat pertandingan internasional. Di tengah ketidak stabilan paska merdeka sepak bola Indonesia berkembang pesat. Tahun 60-70an kiblat olahraga ini berada di Indonesia, kehebatan Ramang dan rekan-rekan membuat negara Indonesia sangat disegani.
Pemain andalan Timnas Indonesia saat masa Kolonial
Kehebatan Ramang tentu tidak hanya saat di klub saja. Pasalnya pemain ini juga menjadi andalan Timnas Indonesia saat pertandingan internasional. Di tengah ketidak stabilan paska merdeka sepak bola Indonesia berkembang pesat. Tahun 60-70an kiblat olahraga ini berada di Indonesia, kehebatan Ramang dan rekan-rekan membuat negara Indonesia sangat disegani.
Dan pada saat itu Ramang hadir sebagai aktor yang sering menentukan hasil lewat gol-golnya. Tercatat saat Timnas menjalani partai Internasional dirinya jarang terlewat untuk menceploskan bola ke dalam jala musuhnya.
Ramang pernah bermain di Piala Dunia 1934, kala itu Indonesia masih bernama Hindia Belanda. Tetapi karier profesionalnya di timnas Indonesia dimulai tahun 1953. Berkat dirinya Indonesia disematkan dengan status Macan Asia, karena dalam sebuah tur ke Asia Timur pada tahun 1953, Indonesia mampu memenangkan lima dari enam laga yang dipertandingkan, hanya kalah sekali dari Korea Selatan! Menariknya, Ramang mencetak 19 gol dari total 25 gol Indonesia di keenam pertandingan tersebut.
Kisah sukses Ramang di timnas Indonesia tak berhenti di situ. Dirinya hampir membawa Indonesia ke Piala Dunia 1958 setelah dua golnya menyingkirkan Tiongkok dengan skor agregat 4-3 di babak kualifikasi. Indonesia kemudian melaju ke putaran kedua kualifikasi dan tergabung dengan Sudan, Israel, dan Mesir.
Sayang, Indonesia mengundurkan diri lantaran enggan bertanding melawan Israel karena alasan politik. Jika menjadi juara grup, Ramang dkk. akan lolos ke Swedia untuk melakoni debut Piala Dunia dengan nama Indonesia.
Selain itu, pada tahun 1959, Ramang turut menginspirasi kesuksesan Indonesia menahan imbang Jerman Timur 2-2 dalam sebuah laga persahabatan di Jakarta pada 1959.
Puncak karier profesionalnya di timnas Indonesia terjadi pada tahun 1960. Kala itu Ramang menjadi bagian dari tim Merah Putih menghadapi Uni Soviet (sekarang Rusia) di babak perempatfinal ajang Olimpiade. Saat itu, Ramang harus berhadapan dengan kiper terbaik dunia saat itu, Lev Yashin. Kiper terbaik sepanjang masa sepak bola dunia itu kemudian terpana melihat aksi Ramang yang hampir menjebol gawangnya. Pada pertandingan tersebut Indonesia harus puas dengan skor imbang 0-0.
Setelah Uni Soviet tahu siapa sosok sesungguhnya di balik nomor punggung 11 timnas Indonesia, mereka lantas memberikan penjagaan di partai ulangan. Pada akhirnya, Indonesia, yang saat itu dilatih pelatih legendaris Antony Pogacnik, terpaksa takluk 0-4 sehingga gagal melaju ke semifinal olimpiade.
Cerita kehebatan Ramang dikenang oleh FIFA
Berita kehebatan Ramang tidak hanya terdengar di daerah Indonesia dan sekitarnya saja. Pada tahun 2012 secara mengejutkan FIFA sebagai induk terbesar sepak bola dunia, mengeluarkan artikel membahas pemain ini. Hebatnya lagi dirinya merupakan orang pertama Indonesia yang diangkat ceritanya oleh organisasi tersebut.
Pada situs resmi FIFA, kisah Ramang diberi judul “Orang Indonesia yang Menginspirasi Puncak Sukses Tahun 1950-an (Indonesian who inspired ’50s meridian), FIFA memusatkan kegemilangan Ramang ketika memperkuat Tim Merah Putih di Olimpiade Melbourne 1956 serta Piala Dunia 1938 dengan masih bernama Hindia-Belanda.
Dalam unggahan tersebut FIFA menceritakan bagaimana kehebatan Ramang, yang disebut mampu membawa Indonesia meraih banyak kemenangan. Hal ini tentu suatu yang membanggakan karena jauh sebelum sepak bola kita maju seperti sekarang negara kita sudah diakui oleh dunia.
Akhir sedih perjalan karir sang legenda asal Sulawesi Selatan
Akhir sedih perjalan karir sang legenda asal Sulawesi Selatan
Namun sayang, kisah gemilang Ramang di dunia sepakbola tidak semanis nasibnya di kehidupan sehari-hari karena jerat kemiskinan harus dipikulnya. Apalagi kasus suap yang kesohor dengan sebutan skandal Senayan 1962 yang menyeret namanya membuat Ramang dilarang bermain untuk timnas Indonesia seumur hidup dan nasibnya terus terpuruk.
Setelah itu, Ramang sempat berkarier menjadi pelatih PSM dan Persipal Palu, namun tersingkir secara perlahan akibat tidak memiliki sertifikat kepelatihan. Akhirnya sang Legenda meninggal dunia pada tahun 1987 saat usianya 59 tahun akibat penyakit paru-paru, tanpa bisa berobat di rumah sakit akibat kekurangan biaya.
Dalam urusan prestasi memang negara kita masih kalah dari beberapa negara tetangga. Namun, apabila kita berbicara bakat tentu kita memiliki potensi yang sangat besar. Dari Sabang sampai Merauke setiap tahunnya selalu memunculkan pemain baru. Hal ini tentu suatu hal besar yang tidak semua negara mempunyainya, dan besar harapan apabila kelebihan ini nantinya dapat dikelola dan memunculkan Ramang-Ramang yang lain.
SUMBER :
https://www.boombastis.com/ramang-pesepakbola-indonesia/139871
https://www.bola.com/dunia/read/2219789/kisah-ramang-legenda-indonesia-yang-menginspirasi-fifa