Andritany diketahui mempunyai kakak kandung bernama Indra Kahfi Ardhiyasa yang juga merupakan pemain sepak bola.
Ia merupakan pemain lulusan akademi Diklat Ragunan pada 2005. Setelah itu, Andritany melanjutkan pendidikannya di Asiop Jakarta dan Persib Bandung U-18.
Memang, bersama beberapa pemain bintang lainnya seperti Ferdinand Sinaga, Jajang Mulyana, Asep Berlian dan Eka Ramdani, Andritany pernah mengenyam pendidikan sepak bola dari akademi Persib pada awal 2000-an
Andri memulai karier seniornya pada tahun 2007 dengan memperkuat Persik Kuningan. Di sana ia bermain untuk satu musim. Musim berikutnya ia bergabung dengan salah satu tim papan atas liga Indonesia, Sriwijaya FC tahun 2008.
Bersama tim asal Palembang ia belajar banyak untuk menjadi seorang kiper, sayangnya di sana ia kalah bersaing dengan kiper senior seperti Ferry Rotinsulu dan Dede Sulaiman. Ia pun akhirnya hengkang dari Sriwijaya FC.
Andritany membuat lompatan dalam kariernya setelah bergabung dengan Persija Jakarta pada 2010. Sejak saat itu, kiper berusia 28 tahun itu menjadi pilihan utama di bawah mistar gawang Persija.
Di level tim nasional, Andritany sudah menapaki kariernya pada 2003 bersama Timnas U-14. Puncak karier Andritany berada pada medio 2011-2014 ketika dipercaya menjadi kiper Timnas Indonesia pada SEA Games.
Saat ini, Andritany Ardhiyasa, mendapatkan tempat istimewa di bawah mistar gawang timnas. Ia secara reguler mengisi pos itu dalam tiga tahun terakhir. Mulai dari Asian Games 2018, Piala AFF 2018, hingga dua laga Kualifikasi Piala Dunia 2022 pada tahun lalu.
Padahal, sebelumnya kiper Persija itu bisa dikatakan selalu di bawah bayang-bayang Kurnia Meiga. Mulai SEA Games 2011, SEA Games 2013, hingga Piala AFF 2016, kendati Andritany masuk skuat timnas, tapi pilihan utama selalu jatuh ke Meiga.
Kiper berusia 28 tahun itu rutin hanya menonton pertandingan dari bench pemain. Semua berubah saat Kurnia Meiga tiba-tiba menghilang dari persepakbolaan indonesia. Sejak pertengahan 2017, Meiga belum bisa berlaga lagi hingga "warisan" kiper timnas jatuh kepada Andritany.
Andritany pun mengungkap perasaannya saat hanya jadi pelapis Kurnia Meiga.
"Begini, saya itu tak pernah mencari excuse. Tapi saya selalu mengritik diri saya sendiri. Berarti selalu ada kekurangan dari diri saya. Kenapa ya selalu Meiga jadi pilihan utama," tutur Andritany di Jebreeetmedia TV.
"Kalau soal gondok (kalah saing dengan Meiga) buat apa saya gondok sama Meiga? Bagi saya rivalitas not enemy. Dengan dia memang rivalitas tapi dia bukan musuh saya," katanya melanjutkan.
Andritany diketahui memiliki hubungan persahabatan yang cukup erat dengan Kurnia Meiga Hermansyah. Meski bersaing ketat, Andri mengaku bahwa hubungannya dengan Meiga justru sudah seperti saudara.
"Kalau saya bertiga sama Ramdani (Lestaluhu) dan Meiga, Kalau kamu bilang sahabat. Saya tuh sudah lebih dari sahabat. Sudah seperti saudara," ujarnya.
Sedikit kisah dari kiper persija ini sebelum Ia sepopuler sekarang. Andritanyi mengaku selalu ingin meneteskan air mata jika mengingat perjalanannya dahulu.
Pertahanan terakhir Macan Kemayoran ini menuturkan bahwa saat Ia masih kecil, ibunya selalu menunggu dirinya saat sekolah. Setelah itu sang ibu mengantarnya untuk latihan hingga malam tiba. Saat hujan deras pun, ibunya tetap mendampingi anaknya untuk latihan.
Tidak hanya itu, saat malam ibunda Andritany Ardhiyasa juga akan mengajari anaknya untuk belajar materi sekolah.
Andritany Ardhiyasa menuliskan bahwa dirinya sangat memahami hebatnya peran seorang ibu. Setiap tahun saat hari ibu, Andritany Ardhiyasa tak lupa memberikan ucapan terima kasih kepada Ibunya.
"Selamat hari Ibu, terima kasih engkau telah melahirkan kami ke dunia yang elok ini.’’