Recent Posts

KISAH EMALEU SERGE : Semua itu Karena Bio Paulin...

Dia merupakan striker berbakat dan bertalenta hebat yg pernah dimiliki #SingoEdan, ia juga sempat dipanggil Timnas Kamerun U21, sayang sekal... thumbnail 1 summary
Dia merupakan striker berbakat dan bertalenta hebat yg pernah dimiliki #SingoEdan, ia juga sempat dipanggil Timnas Kamerun U21, sayang sekali setelah patah kaki, penampilan & skillnya perlahan kian menurun....

Emaleu Serge Ngomgoue lahir di Bafoussam, Kamerun, 21 Februari 1985 adalah seorang pemain asing sepak bola asal Kamerun yang pernah memperkuat beberapa klub di indonesia.

Pada awal karirnya di Indonesia, prestasi eks pemain Timnas U-21 Kamerun ini cukup mentereng.

Emaleu Serge memperkuat Arema pada 2005 hingga 2009. Bersama Singo Edan ia mempersembahkan 2 gelar Juara Copa Indonesia berturut-turut yakni pada 2005 & 2006.

Penyerang yg juga menjadi pemain muda terbaik kamerun 2003 tersebut merupakan Top Skor Copa Indonesia 2006 dengan torehan 9 gol..

Sayang sekali, di masa gemilangnya Musibah menimpa Emalue Serge. Mesin gol Singo Edan tersebut terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit Faisal Makassar karena menderita patah tulang kaki kanan saat menghadapi Persipura jayapura pada Turnamen Jusuf Cup 2007, di Stadion Andi Mattalatta, Makassar.

Tulang kering Serge ditebas oleh bek tengah Persipura Jayapura, Bio Paulin Pierre di menit-28. Serge bahkan sampai harus beberapa kali berteriak kesakitan saat ditandu keluar lapangan. 

Anehnya, wasit Yesayas Leihitu cuma memberi Bio kartu kuning.

Miroslav Janu, pelatih sekaligus manajer Arema, sampai harus masuk ke dalam lapangan untuk melakukan protes keras kepada wasit. Ia bahkan beberapa kali menunjuk-nunjuk pemain belakang Persipura yang melakukan pelanggaran itu.

"Sakit sekali rasanya. Saya tidak menyangka bisa seperti ini. Mudah-mudahan bisa cepat sembuh,", kata Serge di Rumah Sakit Faisal.

Lantaran cedera itu, Serge absen selama satu musim dan menjalani operasi di Jakarta. Waktu itu, tim Singo Edan masih dikelola oleh perusahaan rokok PT Bentoel. Perusahaan itu menanggung biaya pengobatan serta tetap membayar kontrak sang pemain semusim hanya untuk pemulihan cedera.

Setelah sembuh, serge kembali bermain bersama arema di beberapa kesempatan.

Pada Selasa, 17 Februari 2009, Emalue Serge resmi dicoret dari Arema Malang. Ia dianggap tak layak lagi untuk Arema sejak mengalami cedera setelah bertabrakan dengan salah seorang pemain Persibo Bojonegoro pada leg kedua Copa Indonesia 2008/09 di Stadion Kanjuruhan Kepanjen, Kabupaten Malang.

Lepas dari arema, Serge sebenarnya ingin bergabung dengan PSM makassar. Namun, Keinginan Emalue Serge untuk memperkuat PSM Makassar di paruh kedua Kompetisi Liga Super Indonesia (LSI) 2008-2009 ditolak secara tegas oleh Manajemen Pasukan Ramang karena alasan cedera.
 
“Kami tidak akan memakai tenaga Serge karena mengalami cedera pada lututnya,” ujar Wakil Manajer PSM Makassar, Ishlah Idrus, Senin, 23 Februari 2009.
 
Meski memiliki segudang prestasi selama bermain di Indonesia, namun manajemen PSM tidak berani untuk menerima Serge. PSM Makassar khawatir jika mantan top skorer Copa Indonesia 2005 itu diterima, nantinya tidak pernah dipasang selama paruh kedua kompetisi LSI.  
 
“Itu kan sama saja merugi. PSM yang sedang  krisis keuangan membeli Serge, tapi pada akhirnya hanya duduk di bangku cadangan selama berjalannya kompetisi,” tambah Ishlah kepada wartawan. 

Setelah meninggalkan Arema pada musim 2009 akibat cedera tersebut, pemain yang kini berusia 34 tahun itu sempat berlabuh semusim di Pro Duta sleman.

Setelah itu, pada 2010 dari pro duta serge pindah ke persija jakarta dan persela yang mana di masing-masing klub tersebut, ia hanya bertahan selama 6 bulan.

Pada tahun 2011, Ia berlabuh ke persipasi bekasi. Tim Divisi Utama Liga Indonesia tersebut dikabarkan menyesali keputusan mereka mendatangkan Emalue Serge. 

Pemain asal Kamerun tersebut dinilai gagal mengangkat performa Persipasi sehingga gagal menembus babak delapan besar Divisi Utama.

Manajer Persipasi Aan Suhanda mengungkapkan bahwa pemain yang telah dikontrak mahal tersebut hanya bagus di awal penampilan saja, tetapi pada pertandingan-pertandingan selanjutnya Serge terus menerus gagal mencetak gol.

Pada saat baru didatangkan, Serge memang menunjukkan bahwa dia adalah striker yang andal. Bahkan dalam pertandingan debutnya, Serge langsung membukukan satu gol. 

Namun, produktifitas gol Serge hanya sampai di pertandingan ketiga putaran kedua. Setelah itu, mantan striker Arema tersebut mandul hingga kompetisi Divisi Utama usai.

Pelatih Persipasi, Warta, menilai performa Serge masih dibayangi trauma cedera patah kaki yang pernah menimpanya saat membela Arema. 

Oleh karena itu, saat bertanding di lapangan, Serge terlihat tidak maksimal karena kurang berani dalam beradu dengan pemain lawan.

Pada tahun 2012, ia resmi mendapatkan kontrak dari salah satu klub peserta Indonesian Premier League (IPL), Bontang FC.

Saat resmi tidak diperpanjang oleh Persipasi Bekasi, pemain asal Kamerun ini langsung menganggur tanpa klub selama kurang lebih 4 bulan. 

Sang agen, Francis Yonga kemudian menawarkannya pada Bontang FC di bursa transfer tengah musim IPL . Ia lolos seleksi hingga akhirnya teken kontrak hingga akhir musim.

"Serge sudah resmi dikontrak Bontang FC, dia sudah di Bontang dan dikontrak 6 bulan," terang Yonga

Dari Perjalanan karir emaleu serge selama di indonesia, dari performanya yang apik bersama arema sampai karirnya meredup karena patah kaki dan sering cedera, yang paling diingat tentu adalah gol jarak jauhnya saat Semifinal Copa Indonesia 2006 saat laga arema lawan PSMS Medan.

Bahkan gol tersebut tercatat sebagai gol terbaik Asia bulan November 2006. Spektakuler..!!