Recent Posts

JEJAK KARIR ROBERTO CARLOS MARIO GOMEZ

Roberto Mario Carlos Gomez (lahir 27 Februari 1957 di Mar del Plata ) adalah mantan seorang pemain dan manajer sepakbola Argentina. Selama... thumbnail 1 summary
Roberto Mario Carlos Gomez (lahir 27 Februari 1957 di Mar del Plata ) adalah mantan seorang pemain dan manajer sepakbola Argentina.

Selama karier bermain sepak bola, Gómez lebih dikenal dengan sebutan Roberto Gómez.

Sedangkan karier kepelatihannya, Gomez dikenal dengan panggilan Mario Gómez.

2.Karir Bermain Bola

Gomez mulai bermain pada 1979 untuk Club Atletico Kimberley de Mar del Plata.

Pada tahun 1980, ia bergabung dengan klub Ferro Carril Oeste dan menjadi anak asuh manajer Carlos Timoteo Griguol.

Mario Gomez bermain pada tahun-tahun kejayaan Ferro di tahun 1980-an.

Ia membantu tim untuk memenangkan dua kejuaraan nasional pada tahun 1982 dan 1984.

Gomez tampil sebanyak 135 kali untuk Ferro antara 1980 dan 1987.

3.Karier Kepelatihan

Pada tahun 1999 Gomez mengambil alih kursi kepelatihan Club Atletico Lanus setelah Hector Cuper yang statusnya sebagai pelatih lebih memilih bergabung dengan Mallorca.

Mario Gomez tidak lama melatih Club Atletico Lanus, ia hanya bertanggungjawab untuk 5 pertandingan, hasilnya 2 imbang dan 3 kali kalah.

Kemudian, Mario Gomez melanjutkan karir kepelatihannya sebagai asisten Hector Cuper di Valencia dan Inter Milan .

Pada 2004, Mario Gomez kembali ke Argentina untuk melatih klub Gimnasia y Esgrima de Jujuy.

Tak butuh waktu lama bagi Mario Gomez menyesuaikan dengan klub barunya, akhir tahun 2004, ia membawa Gimnasia y Esgrima de Jujuy promosi ke Primera Division.

Pada 2006, Gomez bergabung dengan Quilmes yang tengah berjuang mengubah nasib klub, tetapi Gomez gagal, ia hanya memenangkan satu dari enam pertandingan yang ia tangani.

Pada Juni 2009 Mario Gomez setuju untuk menandatangani kontrak sebagai manajer dengan tim Yunani Asteras Tripolis .

Pada Juli 2011, Gomez bergabung kembali dengan klub lamanya, Ferro Carril Oeste sebagai manajer.

Pada Maret 2012, ini menjadi penerus Jose Luis Calderon, di sela-sela Gimnasia de Jujuy .

Pada awal tahun 2014 telah dikonfirmasi sebagai pelatih baru klub Ekuador, Deportivo Cuenca.

Pada 2015, Mario Gomez memimpin tim sepakbola Johor Darul Ta'zim FC League of Malaysia.

Pada November 2017, Persib Bandung mengonfirmasi tanda tangan Gomez untuk menjadi pelatih, yang telah mencari pengganti jangka panjang untuk Djajang Nurdjaman

Sayang, Mario Gomez dipecat dari kursi kepelatihannya di Persib Bandung oleh manajemen PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), pada Rabu (12/12/2018).

Pemecatan Mario Gomez diduga terkait dengan masalah sikap dan perilakunya terhadap pemain dan official Persib Bandung.

Hal itu diungkapkan oleh Direktur Keuangan PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Teddy Tjahyono.

"Terkait attitude dia (Mario Gomez) yang semua kalian tahu. Jadi tidak nyaman bagi pemain juga."

"Di tim kondisi seperti itu akhir-akhir ini. Hubungan dia dengan pemain, hubungan dia dengan official lain," papar Teddy

Pada tahun 2019 mario gomez resmi melatih borneo fc setelah sebelumnya melengserkan fabio lopez.

Kapten tim Diego Michiels pun meyakini dengan kedatangan Mario Gomez, Borneo FC bisa berbicara banyak di liga 1.

Benar saja, kualitas permainan borneo fc semakin meningkat drastis setelah dilatih mario gomez.

Namun sayang Borneo FC dipastikan tak akan mengarungi Liga 1 musim depan bersama Mario Gomez. Meski manajemen Borneo FC telah berupaya mempertahankannya, pelatih asal Argentina tersebut dikabarkan sudah secara resmi berpamitan dengan Borneo FC.

Melepas Mario Gomez menjadi keputusan berat bagi manajemen klub yang dijuluki Pesut Etam tersebut. Pasalnya, Mario Gomez dinilai berhasil membawa perubahan dan memoles pemain muda Borneo FC.

Nabil Husein Said Amin mengatakan, upaya mempertahankan Mario Gomez sudah dilakukan. Akan tetapi, ada banyak hal yang menjadi faktor pelatih berusia 62 tahun tersebut memutuskan untuk tidak lagi bersama dengan Borneo FC.

"Kami dari manajemen sudah melakukan komunikasi intens dengan coach Gomez. Ada banyak faktor yang tak bisa saya sampaikan terkait coach Gomez yang tidak melanjutkan kerja sama dengan kami," kata Nabil yang dilansir dari Liga Indonesia.

Mario Gomez membawa Borneo FC finis di peringkat ketujuh dengan mengoleksi 51 poin dari 34 pertandingan Liga 1 2019.

Mario Gomez yang menggantikan Fabio Lopez berhasil membantu Pesut Etam meraih 12 kemenangan, 15 hasil imbang, dan 7 kekalahan.

Bahkan, mantan pelatih Persib Bandung tersebut juga mengantarkan Terens Puhiri dan Renan Silva masuk sebagai nominasi Pemain Muda Terbaik dan Pemain Terbaik Liga 1 2019.

Meski demikian, Nabil menegaskan bahwa keputusan Mario Gomez untuk tak memperpanjang kerja sama dengan Borneo FC bukan karena masalah uang.

"Coach Gomez berpamitan dengan baik. Jadi dia pergi bukan karena uang. Kami tetap respek dengan kinerjanya musim ini," tegas Nabil.

Setelah resmi meninggalkan borneo fc, mario gomez dipastikan akan melatih arema fc di liga 1 musim 2020.

Pelatih asal Argentina itu diikat satu musim.

Arema mengumumkan sosok pelatih baru itu pada Kamis (2/12/2019). Manajemen Singo Edan menutupi nilai kontrak mantan pelatih Borneo FC itu.

"Kami resmi teken kontrak dengan Mario Gomez sebagai pelatih Arema untuk kompetisi tahun ini," ungkap Media Officer Arema FC, Sudarmadji, melalui pesan WhatsApp, Rabu (2/1/2020).

Mario Gomez dianugerahi sebagai pelatih terbaik di Malaysia 2015

Dia juga berhasil memenangkan Charity Shield Malaysia pada tahun 2016 saat memimpin Johor Darul Ta'zim FC League of Malaysia.

Mario Gomez berhasil membawa Johor Darul Ta'zim FC League of Malaysia menjadi juara Liga Super Malaysia pada 2015.

Ditahun yang sama Mario Gomez berhasil membawa Johor Darul Ta'zim FC League of Malaysia menjuarai AFC 2015

Pelatih asal Argentina itu pernah turut membawa Valencia ke final Liga Champions.

Bukan hanya sekali, Mario Gomez yang saat itu menjadi asisten pelatih Hector Cuper, berhasil membawa Valencia ke laga puncak turnamen antarklub Eropa paling bergengsi itu sebanyak dua kali, yakni pada 2000 dan 2001.

Sayang, Valencia gagal mencatatkan namanya sebagai kampiun dalam kompetisi tersebut. Los Ches harus mengakui keunggulan Real Madrid dan Bayern Munchen dalam dua kesempatan emas itu.