Recent Posts

KABAR TERBARU 5 PEMAIN NATURALISASI YANG GAGAL BERSINAR NOMER 5 MENGEJUTKAN

Naturalisasi sebagai upaya instan federasi sepak bola Tanah Air (PSSI) untuk mendapatkan jasa pemain berkualitas. Naturalisasi biasa dilakuk... thumbnail 1 summary
Naturalisasi sebagai upaya instan federasi sepak bola Tanah Air (PSSI) untuk mendapatkan jasa pemain berkualitas. Naturalisasi biasa dilakukan terhadap pemain luar negeri yang masih memiliki garis keturunan Indonesia dan juga pemain yang sudah melanglang buana di jagat sepak bola Tanah Air.

Sejak 2010, PSSI memang amat getol menaturalisasi pemain berpaspor asing dengan tujuan memakai jasa mereka di Timnas Indonesia Tapi sayangnya, tak semua pemain yang di naturalisasi bisa menjadi tumpuan utama skuad Garuda. Bahkan mereka yang tidak berhasil, kiprahnya terkesan sirna setelah di naturalisasi.

Dan sejauh ini, setidaknya sudah ada  Belasan pemain yang sudah dinaturalisasi oleh Indonesia. Namun, beberapa diantaranya gagal bersinar.

Apa kabar pemain-pemain tersebut?


Bio Paulin

Bio Paulin tampil sangat gemilang saat membela Persipura Jayapura pada 2007-2017.

Pemain asal Kamerun itu resmi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) pada 2015. Bio Paulin sempat beberapa kali mencicipi bermain di level timnas.

Namun, setelah itu Indonesia harus dibekukan FIFA dan seiring berjalannya waktu, permainan Bio Paulin terus menurun. Kondisi tersebut membuat Bio Paulin tak pernah lagi mendapat panggilan ke timnas.

Kabar Terakhir menyebutkan, ia bergabung dengan klub Liga 2, PSGC Ciamis.


Tonnie Harry Cusell Lilipaly

Tonnie Harry Cusell dinaturalisasi pada 2012. Kemudian setelah ajang Piala AFF 2012, Tonnie Cussell sempat bermain untuk Barito Putera hingga 2014.

Namun, setelah itu Cusell harus didepak tim berjulukan Laskar Antasari itu karena kariernya terus menurun. Padahal, Tonnie Cusell sempat digadang-gadang menjadi pemain bintang.

Ia harus pergi dengan menyisakan cerita kurang menyenangkan. Pelatih Barito, Salahuddin, menyebut Tonnie pemain yang tidak profesional. Ia sering keluyuran malam dan tidak serius saat menjalani sesi latihan. 

Tonnie juga dinilai terlalu banyak mau. Ia menuntut fasilitas ala pesepak bola Eropa. Padahal belum membuktikan kemampuannya di lapangan.

Setelah itu ia pulang ke negara asalnya, Belanda dan Cusell sempat bermain bersama klub amatir Belanda, Nieuw Utrecht 2015. Kemudian kariernya berlanjut ke klub amatir lainnya, yakni Ajax Zaterdag, di divisi lima Liga Belanda.

Pada awal Liga 1 2019, Tonnie sempat diisukan bergabung dengan Persija Jakarta, namun tampaknya hal tersebut hanya sebatas rumor.


Ruben Wuarbanaran

Ruben Wuarbanaran resmi menjadi WNI jelang SEA Games 2011. Namun, kariernya bersama Timnas Indonesia hanya seumur jagung.

Bergabung bareng Jhonny van Beukering dan Diego Michels ke Pelita Jaya pada musim 2011-2012, karier Ruben Wuarbanaran di Indonesia melempem.  

Rahmad Darmawan, pelatih Pelita Jaya kala itu, jarang menurunkan bek kelahiran Wijhe, Belanda, 15 Agustus 1990 tersebut sebagai pemain inti. Namun kualitasnya tidak tidak istimewa.

Ia sempat ikut seleksi Timnas Indonesia U-23 di SEA Games 2011, namun gagal. Ruben pun terbuang dari Pelita Jaya.

Dari catatan karirnya di Indonesia, pemain naturalisasi ini tak pernah bermain untuk level timnas Indonesia senior. Dirinya hanya tampil sekali untuk level U-23 pada ajang Sea Games 2011, sebelum akhirnya mampir bermain di kompetisi lokal

Ruben sempat bermain di klub divisi terbawah Liga Jerman, SV Honnepel-Niedermormter. Di tim tersebut Ruben hanya sebagai pemain pengganti.

Seiring berjalannya waktu, karier Ruben Wuarbanaran justru terus menurun. Padahal, usianya masih masih cukup muda.

Saat ini dirinya dikabarkan tengah membela SV DFS Opheusden yang bermain di kasta kelima Liga Belanda.


Sergio Van Dijk

Berstatus sebagai top skor A-League pada 2010-2011, PSSI tak ragu melakukan naturalisasi terhadap Serginho Van Dijk. Di level klub, memang catatan prestasi Van Dijk sangat baik mulai kompetisi Liga Belanda, Liga Australia, Liga Iran, Liga Thailand dan Liga Indonesia seluruhnya dilalui dengan baik.

Sergi van Dijk resmi menjadi WNI pada 2014. Van Dijk melakoni debut sebagai pemain Timnas Indonesia saat Pasukan Garuda menghadapi Arab Saudi di Pra Piala Asia 2015.

Sayang catatan impresif di klub tak otomatis terbawa di level timnas Indonesia, bermain sebanyak enam kali untuk timnas, dirinya hanya berhasil mencetak satu gol, itu pun dilakukannya pada laga persahabatan kontra Timor Leste.

Setelah tak lagi bermain di Liga Indonesia, nama Sergio van Dijk jarang muncul di pemberitaan sepak bola Indonesia. Terakhir, ia memutuskan pulang ke kampung halamannya di Belanda.

Terbaru, selain belajar jadi pelatih, mantan pemain Persib Bandung itu menyibukkan diri sebagai agen pemain. Tak hanya itu, Sergio van Dijk juga tercatat masih aktif bermain bersama klub amatir di Belanda, VV Pelikaan-S.


Jhonny van Beukering

Nasib kurang beruntung dialami pemain naturalisasi asal Belanda, Jhonny van Beukering. Kariernya kian merosot usai tampil bersama Timnas Indonesia di Piala AFF 2012.

Eks pemain Feyenoord, Vitesse, dan Go Ahead Eagles itu, sempat menganggur selama setahun karena skorsing Komisi Disiplin KNVB.

Ia dijatuhi hukuman dari otoritas tertinggi sepak bola Belanda pada Oktober 2015. Beruntung salah satu klub di sana, Dordrecht mau meminangnya.

Namun demikian, pemain bertubuh tambun ini akhirnya juga memilih pindah-pindah klub, hingga tim terakhir yang dibelanya adalah MASV Arnhem.

Seperti yang dilansir media Belanda, penyerang yang sempat membela klub Pelita Jaya pada 2011-2012 itu dilarang terlibat dalam aktivitas sepak bola selama satu tahun dan klub yang dibelanya pun dikenai hukuman berupa denda.

Tak hanya itu, pada Januari 2014, sang pemain sempat tersandung kasus kriminal karena memiliki 600 pohon ganja yang tertanam di salah satu rumahnya di Arnhem.

Namun, Jhonny membantah kalau ia yang menanam tumbuhan yang masuk kategori narkotika tersebut.

"Rumah saya sedang disewakan. Sebagai pemilik rumah, harusnya saya mengecek lebih sering tempat itu."

"Jika saya tahu, tentu akan saya larang. Tapi, Anda tak bisa terus mengawasi segalanya."

"Sekarang saya diringkus sebagai tersangka,"

Bagaimana kabarnya kini?

Setelah kabarnya sudah lama tidak didengar, Van Beukering rupanya naik pangkat jadi seorang pelatih di salah satu klub Eropa. 

Dirinya melatih salah satu klub yang sempat dia bela MASV. Meskipun dulu sempat diremehkan, ternyata menurut para manajer klub, Van Beukering menunjukkan performa yang baik sebagai seorang pelatih.

Ternyata sempat dianggap naturalisasi gagal di Indonesia, Van Beukering mencoba bangkit dan menapaki jalan baru sebagai seorang pelatih. Beruntung karirnya ternyata cukup bagus ketimbang yang dulu.