23 Agustus 2017 adalah terakhir kali Kurnia Meiga tampil bersama Arema FC saat melawan Barito Putera di Liga 1. Setelah itu, pria berusia 30 tahun tersebut tak lagi aktif bermain sepakbola.
2021 mungkin bakal menjadi tahun keempat sepak bola nasional berjalan tanpa kehadiran Kurnia Meiga. Padahal, hingga Liga 1 2017 ia bermain, kinerjanya di bawah mistar masih menjadi salah satu yang terbaik.
Ia pun masih berlabel sebagai kiper utama timnas senior kala itu. Tapi, sayangnya ia menderita sakit sehingga tak mampu mengakhiri musim 2017 dan sampai saat ini belum kembali ke lapangan.
Meiga pernah berbincang dengan kiper Persija Jakarta, Andritany Ardhyasa. Keduanya adalah sahabat dekat sejak di Diklat Ragunan pada tahun 2006. Kedua kiper ini memang selalu bersaing sejak di Diklat Ragunan, Timnas Indonesia U-23 hingga ke level Timnas Senior.
Bahkan, Andritany Ardhiyasa enggan memakai nomor punggung satu ketika membela timnas Indonesia.
Meski statusnya merupakan kiper utama Persija, Andritany memilih menggunakan nomor punggung 26. Ketika berseragam timnas Indonesia, pemain berusia 28 tahun itu juga kerap memakai nomor tersebut. Selain 26, nomor lain yang digunakan Andritany saat tampil bersama skuad Garuda adalah 12.
Andritany memiliki alasan khusus mengapa ia tidak memakai nomor punggung satu saat di timnas.
Kiper kelahiran Jakarta itu memilih tidak menggunakan nomor punggung satu demi menghormati sahabatnya, Kurnia Meiga. Meski Kurnia Meiga hingga saat ini masih vakum dari sepak bola, Andritany menyebut eks kiper Arema FC itu lebih layak mengenakan jersey bernomor satu di timnas Indonesia.
"Kenapa tidak memakai nomor satu di tim nasional atau di Persija? Di tim nasional saya memilih nomor 26 atau 12, kenapa tidak nomor satu, karena nomor satu menurut saya masih ada Kurnia Meiga di sana," ungkap Andritany dikutip dari kanal YouTube Persija, Minggu (27/12/2020).
Kepada Andritany, Meiga menceritakan kondisinya sudah mulai membaik. Namun, dia belum tahu kapan bisa kembali ke lapangan.
"Kabar alhamdulillah baik. Aktivitas cuma berdiam diri di rumah," kata Meiga.
Vakum dari sepak bola, Meiga mengaku tak memiliki penghasilan. Dia pun berinisiatif membantu promosikan usaha jualan istrinya.
"Untuk menghasilkan (uang), apa aja yang bisa dijual. Misalnya istri jual mukena ya kita support. Masakan dari istri, pokoknya apa pun itu. Jadi ya jalanin aja, karena pasti ada jalan," ujarnya.
Lebih lanjut, mantan kiper timnas Indonesia itu mengaku sejauh hanya Andritany dan Ramdani Lestaluhu yang masih membantu dirinya melewati masa sulit. Selebihnya dia bertahan dengan uang seadanya.
"Selama ini yang bantu Andritany dan Ramdani dan sampai detik ini selain mereka berdua tidak ada. Kalau pun ada yang bantu (selain mereka), itu mungkin mau pansos (panjat sosial)," ucapnya.
Tercatat sudah tiga tahun Kurnia Meiga mengalami sakit yang hingga saat ini belum diketahui namanya.
Bahkan selama sakitnya, Kurnia Meiga benar-benar berhenti bermain sepak bola. Baru belakangan ini kiper langganan timnas Indonesia mulai kembali berlatih.
Akibat sakitnya itu, tentu pemasukan untuk dirinya tidak seperti sebelumnya.
Sampai-sampai belakangan ini Kurnia Meiga melakukan lelang yang juga dibantu oleh kalangan suporter Persib Bandung, yaitu Viking Jakarta.
Beberapa hari yang lalu Kurnia Meiga, melelang sejumlah barang yang dimilikinya. Keputusan yang diambil tersebut menuai reaksi beragam di publik, ada pro dan kontra.
Meiga sebetulnya tidak masalah bila ada yang kontra dengan lelang yang dilakukannya. Namun, ia sangat menyayangkan sejumlah pihak menghujatnya karena dinilai tak menghargai barang-barang hasil jerih payahnya.
Dalam lelang tersebut Meiga menggandeng Viking Jakarta. Nantinya, hasil dari uang yang didapatkan tidak cuma masuk ke kantong pribadinya, melainkan juga buat kegiatan sosial.
"Apa karena saya lelang/jual beberapa barang milik saya bisa divonis saya tidak menghargai itu semua? Yang penting saya tidak merampok/tidak berbuat tindak kejatahan dan lain-lain," tulis Meiga dalam Instagram Story miliknya.
"Yang saya lakukan halal, dan ada tujuan untuk sosial juga dari hasilnya nanti. Terima kasih Viking Jakarta yang selalu peduli, berkenan membantu saya pribadi. Allah balas berlipat-lipat kebaikan kalian semua," lanjut dari tulisan tersebut.
Ada delapan barang yang dilelang Meiga. Mulai dari sarung tangan, sepatu, jersey kiper timnas Indonesia vs Liverpool, jersey kiper final Piala AFF 2016, jersey orisinal Mark Schwarzer, jersey orisinal Gianluigi Buffon, jersey timnas Indonesia dengan tanda tangan semua pemain, dan jaket timnas Indonesia.
"Yang terpenting kenangan indah untuk dikenang ada jasa-jasa dan prestasinya. Prestasi bukan dinilai dari baju, sepatu dan lain-lain. Karena semua kacang kulitnya sama, yang membedakan rasanya."
"Jejak digital akan ada seumur hidup. Tapi membantu sesama belum tentu bisa kita lakukan besok, karena umur tidak ada yang tahu masa kontraknya dengan sang kuasa. Jadikanlah dirimu bermanfaat buat orang lain."
Atas dasar itu, pelatih Persib Bandung, Robert Rene Alberts turut mengomentari hal tersebut .
Ia mengaku bersedih atas apa yang sudah menimpa Kurnia Meiga dan membuatnya tak dapat kembali bermain. Padahal ia menilai bahwa Kurnia Meiga merupakan kiper yang sangat potensial.
"Apa yang terjadi kepada Kurnia Meiga adalah sesuatu yang sangat membuat sedih dan menyakitkan. Dia adalah salah satu kiper yang menjanjikan yang pernah dimiliki oleh Indonesia kala itu," katanya kepada awak media, Sabtu (26/12/2020).
Menurutnya, apa yang sudah menimpa Kurnia Meiga seharusnya menjadi tanggung jawab klub. Pasalnya dalam hal ini klub merupakan otoritas tertinggi yang mempunyai tanggung jawab besar.
"Sayangnya dia sakit dan itu semestinya menjadi kewajiban untuk klub, Arema dan otoritas sepakbola di sini untuk membantunya agar dapat cepat sembuh," jelasnya.
Apalagi Kurnia Meiga selama ini sudah memberikan semua tenaganya untuk klub. Saat ini tinggal klub yang seharusnya hadir dan memberikan segalanya untuk Kurnia Meiga.
"Sebagai pemain profesional yang saat itu sudah memberikan segalanya, bantuan itu sangat penting untuk membantu kesembuhan pemain dengan memberikannya asuransi kesehatan. Jadi, itu merupakan sebuah tanggung jawab dari yang punya otoritas," ujarnya.
Pada juli 2020 yang lalu, Kurnia Meiga juga melelang jersey kebanggaanya dengan harga tinggi. Pakaian tempur kebanggaannya tersebut berhasil dibeli oleh Gilang Widya Pramana, pendiri MS Glow for Men dengan harga mencapai Rp 30 juta.
Bagi Gilang, sebuah kebanggaan bisa mendapatkan jersey dari penjaga gawang kenamaan di Tanah Air tersebut.
Terlebih, tujuan dari dilelangnya jersey timnas bernomor punggunb 1 tersebut karena alasan ekonomi. Sudah tiga tahun lamanya Kurnia Meiga tidak aktif di lapangan hijau dan itu membuatnya harus bertahan hidup lewat jalur di luar lapangan hijau.
"Senang sekali bisa mendapatkan jersey dari Kurnia Meiga. Bukan hanya ingin membantu sesama orang Malang. Kurnia Meiga merupakan pemain idola saya," ungkap Gilang yang ditemui bilangan Kemang, Jakarta Selatan Sabtu (18/7).
Menurut bos Juragan 99 Trans ini, Kurnia Meiga adalah fenomena. Kurnia Meiga mengantarkan Arema FC sebagai juara Liga Indonesia 2009-2010.
"Bahkan Meiga ditetapkan sebagai pemain terbaik Liga Indonesia 2009-2010. Juga dinobatkan sebagai kiper terbaik Piala AFF 2016, saat Indonesia menjadi runner-up, dia tentu bukan sosok main-main" ujar Gilang.
Kurnia Meiga sangat bersyukur atas momen ini. Dia mengatakan, perhatian yang diberikan Gilang sangat berarti di tengah kondisinya sekarang.
"Bukan saja sama saya Mas Gilang melalui MS Glow for Men juga membantu secara finansial kepada Arema FC dan melalui Juragan 99 Trans menyediakan satu unit bus bagi pemain dan official Arema FC," kata Kurnia Meiga.
Satu yang pasti, publik, utamanya fan Arema FC, sangat menanti kembalinya Kurnia Meiga ke lapangan hijau. Semoga segera sembuh Kurnia Meiga...