Teka-teki klub terbaru Makan Konate memang akhirnya sudah terjawab. Pemain asal Mali itu akhirnya resmi bergabung dengan Persebaya Surabaya untuk mengarungi Liga 1 2020.
Bergabungnya Konate membuat Persebaya sudah mempunyai empat pemain asing. Sebelumnya, tiga pemain impor sudah merapat, yaitu David da Silva (striker/Brasil), Mahmoud Eid (winger/Palestina), dan Aryn Williams (gelandang/Australia).
Merapatnya Makan Konate ke Persebaya diumumkan melalui akun Instagram klub pada Kamis, (16/1/2020).
"Alhamdulillah akhirnya Makan juga. Inilah Makan yang kita nantikan selama ini," tulis Persebaya Surabaya di akun Instagramnya.
"Persebaya harus menunggu berminggu-minggu untuk mengumumkan Makan Konate sebagai salah satu rekrutan terbaru karena alasan administrasi."
Dalam video perkenalan yang diunggah Persebaya di akun Instagramnya tersebut, Konate berharap bisa membawa klub kebanggaan warga Surabaya itu menjadi juara.
"Salam satu nyali, wani! Terima kasih untuk klub ini saya bisa bergabung dengan Persebaya Surabaya. Mudah-mudahan tahun ini kita bisa juara, Insyaallah," ujar Makan Konate dalam video singkat di Instagram Persebaya.
Makan Konate adalah pemain andalan Arema FC musim lalu. Tentu, dia juga menjadi pemain favorit Aremania. Keputusan Konate bergabung dengan Persebaya, rival Arema, jelas mengejutkan Aremania. Tak heran, dia kerap mendapat cibiran yang cukup menyakitkan.
Akun medsos Konate bahkan sempat mendapat banyak teror. Meski begitu, mantan pemain Sriwijaya FC itu memilih kalem. ’’Banyak (teror), tapi saya tidak fokus ke situ. Saya juga tak punya masalah dengan Aremania. Saya respek kepada mereka,’’ katanya.
Konate tidak sendirian. Masih ada Nasir. Dia juga mantan pemain Arema FC yang musim ini berseragam Persebaya. Karena itu, Konate merasa cukup tenang. ’’Saya kenal dia (Nasir). Dia pemain bagus juga. Saya senang (ada teman dari Arema FC),’’ tambah pemain terbaik Indonesia Super League (ISL) 2014 tersebut.
ALASAN GABUNG PERSEBAYA
Makan Konate sendiri punya memiliki cerita menarik di balik keputusannya hengkang dari Arema dan gabung Persebaya. Hal itu tidak terlepas dari pertemuan kedua tim dalam laga bertajuk Derbi Jatim.
Persebaya keluar sebagai pemenang saat menjamu Arema dalam lanjutan Liga 1 2019. Tim Bajul Ijo menang 4-1 atas rivalnya itu dalam laga yang yang digelar di Stadion Batakan, Balikpapan (8/12/2019).
Di laga itu, Makan Konate yang menjadi motor serangan Arema, tidak berkutik. Permainan Persebaya memang sangat luar biasa untuk mendikte tim Singo Edan sehingga bisa menggelontorkan banyak gol.
Hasil pertandingan itu memicu kekaguman Konate terhadap Persebaya. Dari situlah dia memiliki ketertarikan untuk menjadi gelandang andalan tim Bajul Ijo saat memasuki musim baru.
"Ketertarikan Konate dimulai saat Derbi Jatim di Batakan. Dia mengatakan sangat takjub dengan gaya permainan Persebaya," kata Ram Surahman, sekretaris Persebaya, saat mengenalkan Konate di Sutos, Surabaya, Sabtu (1/2/2020).
Gelandang berusia 28 tahun itu tidak membantah pernyataan Ram. Dia ternyata penasaran merasakan pengalaman bermain untuk klub asal Kota Pahlawan itu, meski berstatus sebagai rival Arema.
"Saya sudah beberapa kali melawan Persebaya. Tim ini punya pemain dan permainan yang bagus. Saya datang ke Persebaya karena itu," ucap pemain berpaspor Mali tersebut.
Selama 1,5 musim berseragam Arema pada 2018-2019, Konate tercatat sudah lima kali menghadapi Persebaya. Hasilnya, dia membukukan tiga kemenangan dan satu seri.
Satu-satunya kekalahan yang diderita Arema saat Konate berlaga untuk meladeni Persebaya adalah saat mereka ditekuk 1-4 di Stadion Batakan.
Keputusannya untuk berpindah klub juga sempat jadi kontroversi. Sebab, beberapa Aremania menganggapnya sebagai pengkhianat. Di sisi lain, Bonek menyambut positif kedatangannya.
Konate punya peluang reuni dengan Arema FC lebih cepat. Sebab, Persebaya akan mengikuti Piala Gubernur Jatim 2020. Memang, Persebaya dan Arema FC tidak berada dalam satu grup. Tapi, ada kans kedua tim bentrok di babak semifinal atau final.
Soal kans berjumpa Arema FC, Konate tak mau ambil pusing. Meski tahu bakal ada tekanan besar untuknya, Konate memilih profesional. ’’Nggak masalah (kalau lawan Arema). Dulu saya memang di Arema, tapi sekarang saya di Persebaya. Kalau lawan Arema, saya kasih maksimal buat Persebaya,’’ tegasnya.
Hal itu juga berlaku jika Persebaya bersua Persib. Maklum, Konate punya kenangan indah bersama Maung Bandung, julukan Persib. Dia membawa Persib juara Liga Indonesia 2014 dan Piala Presiden 2015. ’’Saya fokus dengan Persebaya. Tidak ada masalah untuk melawan mereka (Arema atau Persib). Saya profesional saja,’’ terangnya.