Kecintaannnya pada dunia bola, ia harus kejar dengan berpindah-pindah klub. Sukses sebagai pemain bek kiri, ia pun kini menjadi pelatih.
Aji Santoso atau yang biasa dipanggil Aji lahir di Kepanjen, Malang, 6 April 1970. Ia memulai karier sepak bolanya dari kampung ke kampung. Sukses sebagai pemain bola, ia berlabuh menjadi pelatih.
Karier sepak bola Aji bisa dibilang penuh perjuangan dan kerja keras. Untuk mengejar mimpinya menjadi pemain terkenal, pada usia 16 tahun, ia bergabung dengan klub Argo Manunggal Sawunggaling (AMS) Kepajen di kampung halamannya.
Setelah bermain satu tahun, ia memutuskan pindah ke Gajayana Malang pada tahun 1987. Di sana Aji hanya sebentar sebelum akhirnya pindah ke Persema Jr tahun 1987.
Bakat dan skill yang dimilikinya mengantarkan Aji membela Arema Malang pada tahun 1988. Di sana ia cukup lama bertahan hingga tahun 1995. Dalam runtun waktu tersebut, Aji juga ikut membela Tim Jawa Timur dan meraih medali perak pada PON 1989.
Berkat kualitasnya yang menanjak, Aji dipanggil untuk memperkuat Timnas Indonesia. Bersama Timnas Aji berhasil meraih Medali Emas Sea Games Filipina tahun 1991. Sejak saat itu hingga 2019, Timnas tidak pernah kembali meraih medali emas dalam perhelatan bergengsi se-Asia Tenggara itu.
Kehadiran Aji di lapangan memberikan warna pembeda dalam tim. Aji adalah salah satu bek kiri terbaik Indonesia. Memiliki postur tubuh yang mungil sekitar 167 cm, tidak membuatnya lemah. Ia sanggup bersaing dengan para pemain lainnya.
Bahkan Aji dikenal salah satu kapten terbaik pada masanya, tidak heran membuatnya banyak klub besar merekrutnya, seperti Arema Malang, Persebaya Surabaya, PSM Makassar.
Kehebatannya dalam bermain sebagai bek kiri, ia menjadi salah satu pemain Indonesia yang cukup lama membela timnas selama 9 tahun dalam kurun waktu 1990 - 1999.
Tidak hanya di Timnas, Aji juga berprestasi di klubnya. Ia tercatat sebagai pemain yang berhasil mempersembahkan gelar juara liga sebanyak tiga kali, yakni untuk Arema (1992/1993), Persebaya Surabaya (1997/1998), dan PSM Makasar (1999/2000).
Setelah malang melintang sebagai pemain sepakbola, Aji memutuskan pensiun bermain bola saat di Arema Malang musim 2002-2004. Ia gantung sepatu pada usia 34 tahun.
Aji Santoso sempat menceritakan sedikit kisahnya ketika mengunjungi SMAN 4 di kota Malang. Dia pernah mengalami masa masa sulit di awal karirnya. Pada saat itu ia sempat harus menyerahkan sepatunya sebagai ongkos membayar kereta api dari Kepanjen ke Malang.
"Saya dulu pernah harus menyerahkan sepatu saya untuk bayar ongkos kereta api dari Kepanjen - Malang Kota Baru, karena pada waktu itu saya tidak punya uang tetapi ingin latihan sepak bola di Persema," ungkapnya Sabtu (18/2/2017)
Setelah pensiun ia memilih untuk menjadi pelatih sepakbola. Karier kepelatihan Aji dimulai sebagai pelatih di SSB Arema. Selanjutnya, ia melatih Akademi Arema, Timnas U-17, PON Jatim, Persik Kediri, Arema FC, Persela Lamomgan, Persisam Putra Samarinda, dan Persebaya Surabaya.
Pada akhir tahun 2010, nama Aji masuk radar PSSI untuk menangani Tim Nasional Indonesia. Ia pun dipercaya untuk menangani Timnas U-23. Dimulai sebagai asisten hingga menjadi pelatih Timnas U-23 sejak 2014.
Lebih lanjut, Aji mengatakan bahwa di mana pun seseorang bekerja harus bekerja keras dan bersungguh-sungguh. Karena hanya dengan kesungguh-sungguhan dan kerja keras seseorang bisa berhasil.
"Di mana pun kita bekerja kalau ingin sukses ya harus kerja keras, Karena hanya dengan kerja keras dan kesungguh-sungguhan yang bisa membuat seseorang jadi berhasil," ucapnya.