Kurnia Meiga Hermansyah, seakan tak pernah habis membahas sosok kiper satu ini. Bagaimana tidak, sebagai seorang penjaga gawang Kurnia Meiga mempunyai seabrek prestasi.
Kemampuannya sebagai seorang kiper juga bisa dikatakan jempolan dengan selalu jadi pilihan utama klub atau Timnas.
Tapi sayang beberapa tahun belakang ini penampilan hebatnya sudah tidak lagi terlihat. Cedera parah, sampai sakit misterius disebut-sebut jadi penyebabnya.
Hampir tiga tahun nama Kurnia Meiga Hermansyah menghilang dari sepak bola Indonesia. Meskipun lama vakum, namun rupanya Kurnia Meiga tak kehilangan nilai jual di kompetisi sepak bola Tanah Air.
Dihimpun dari laman Transfermarkt, banderol harga Kurnia Meiga saat ini adalah 100 ribu euro atau sekitar Rp1,5 miliar. Untuk ukuran pemain sepak bola lokal, banderol harga penjaga gawang berusia 28 tahun itu masih tergolong mahal.
Dana transfer untuk mendatangkan Kurnia Meiga itu sendiri hampir setara dengan harga rumah yang dimiliki oleh legenda bulutangkis Indonesia, Liliyana Natsir.
Ya, pada 2016 lalu, Liliyana mendapat hadiah berupa rumah usai memenangkan medali emas Olimpiade 2016. Rumah bonus yang berada di kawasan Graha Padma, Semarang itu pun ditaksir mencapai Rp1,5 miliar.
Status Kurnia Meiga sebagai penjaga gawang Timnas Indonesia membuat pemain kelahiran Jakarta itu tetap memiliki banderol harga tinggi. Sebelum vakum dari lapangan hijau, pemain yang terakhir kali membela Arema FC itu merupakan penjaga gawang langganan Timnas Indonesia
Kerinduan akan sosoknya jelas terasa dengan banyak doa yang dikirim oleh pencinta bola tanah air di akun medsosnya. Banyak kalangan juga menyatakan ia akan segera kembali bermain bola.
Lalu seperti apakah sebenarnya kiprah Kurnia Meiga ini hingga begitu dicinta?
Bawa Arema Juara di Usia 19 Tahun
Nama Kurnia Meiga mulai dikenal publik saat membela Arema di kompetisi Indonesia Super League 2009-10. Pada saat itu, Kurnia Meiga didapuk sebagai kiper utama menggantikan Markus Horison yang hijrah ke Persib Bandung.
Menariknya, Meiga jadi kiper utama Singo Edan di usia yang terbilang amat muda, yakni 19 tahun. Namun, remaja minim pengalaman itu justru tampil sangat mengesankan.
Arema akhirnya berhasil dibawanya jadi juara ISL 2009/10. Tak cuma itu, pemain jebolan Diklat Ragunan itu juga ditahbiskan sebagai pemain terbaik.
Kemampuan hebatnya bawa klub Indonesia kuasai kompetisi tanah air
Arema Malang menjadi kesebelasan yang paling berpengaruh untuk karier Kurnia Meiga. Bergabung dengan kesebelasan sejak usia muda, pria asal Jakarta ini tumbuh menjadi sosok kiper yang memiliki kemampuan yang luar biasa.
Berkat tim yang identik berkostum biru ini namanya juga bisa dikenal oleh publik. Seperti ingin balas budi dengan klub berlogo singa ini, Meiga selalu tampilkan 1000 % kemampuannya.
Bahkan lewat kegemilangan menjaga gawang, Arema mampu raih beberapa gelar domestik. Dari mulai Juara piala presiden sampai liga super indonesia 2013 dan masih banyak lagi.
Posisinya tidak pernah terganti saat berksotum Timnas
Selain tampil hebat saat berseragam Arema Malang. Meiga juga mempunyai catatan bagus saat memperkuat Timnas dengan selalu dipilih sebagai kiper utama sejak belia.
Tercatat dari tim merah putih U-19 sampai senior namanya selalu menghiasi posisi penjaga gawang. Sebagai pemain yang berposisi vital di sepak bola. Kurnia Meiga mempunyai bakat bisa dikatakan istimewa dengan refleks cepat dan tangguh saat menjaga gawangnya.
Berkat hal itu dirinya pernah dipuji setinggi langit oleh pelatih kawakan Luis Van Gal. Namun sayang lantaran sakit seperti sekarang bakat yang ia sering tunjukkan jarang dilihat lagi.
Beberapa kali antarkan Timnas mencapai partai puncak
Sebelum alami sakit yang menyebabkan dirinya harus istirahat total seperti sekarang. Kurnia Meiga bisa dikatakan memiliki prestasi bagus saat membela panji merah putih.
Salah satunya adalah mampu antarkan Timnas masuk ke babak Final di piala AFF tahun 2016 lalu. Tidak hanya itu saja ketika tergabung di tim merah putih usia di bawah 23 tahun, pria asal Jakarta juga sukses bantu Indonesia mencapai puncak SEA Games 2011.
Meski semuanya berakhir dengan raihan peringkat kedua, tapi kemampuannya dalam mengamankan gawang Timnas tetap perlu di apresiasi.
Menjadi salah satu pemain berposisi kiper yang dianugerahi Best Player
Penjaga gawang bukanlah posisi yang sering di ganjar penghargaan tertinggi yakni pemain terbaik. Bakat mereka sering sekali dikredilkan lantaran tak mampu cetak gol untuk tim. Padahal peran mereka juga bisa dikatakan sangatlah vital untuk hindarkan tim dari kekalahan.
Beberapa fakta ini ternyata tidak berlaku untuk Kurnia Meiga yang di tahun 2009 lalu mampu menjadi pemain terbaik.
Meski menimbulkan pro tentang kepantasannya, tapi melihat performa baiknya musim itu Meiga sangatlah layak untuk gelar itu. Ditambah lagi di tahun yang sama mampu antarkan Arema merebut gelar juara Liga.
Pemegang Rekor yang Belum Terpecahkan
Kurnia Meiga saat ini masih memegang rekor kiper dengan cleansheet (tidak kebobolan) paling sedikit dalam suatu kompetisi. Itu diciptakan saat Meiga mencatatkan 18 cleansheet pada gelaran Indonesia Soccer Championship 2016.
Rekornya hanya bisa didekati oleh kiper Persipura Jayapura, Dede Sulaiman yang memiliki persentase tidak kebobolan sebesar 40%.
Dipuji Pelatih Hebat, Jose Mourinho
Kurnia Meiga sempat membuat pelatih top dunia, Jose Mourinho kagum. Pujian itu dilontarkan usai Meiga tampil apik bersama Indonesia All Stars saat melawan Chelsea.
Meiga tampil heroik sepanjang babak pertama. Beberapa penyelamatan dibuat kiper kelahiran Jakarta ini. Sayang pada menit ke-21 di harus kebobolan lewat eksekusi penalti Eden Hazard.
Tapi momen yang buat Mourinho terkesima terjadi saat Chelsea mendapatkan kesempatan emas lewat Eden Hazard. Pada saat itu, Meiga keluar cepat dari sarangnya untuk menahan laju Hazard.
Duel Hazard dan Meiga akhirnya dimenangi oleh kiper jangkut tersebut. Meiga berhasil merebut bola dari kaki Hazard saat dia berusaha melepaskan tembakan.
Melihat aksi ini, Jose Mourinho pun memberikan tepuk tangan untuk Meiga. Sayang Meiga tidak melihatnya karena dia harus mengerang kesekatan akibat bertubrukan dengan Hazard.
Bikin Van Persie Frustrasi
Timnas Indonesia menghadapi Belanda pada laga persahabatan. Der Oranje menurunkan skuat terbaiknya seperti Wesley Sneijder, Arjen Robben hingga Robin Van Persie.
Melihat nama-nama besar itu, Meiga yang turun sebagai kiper utama tak gentar. Berulang kali peluang Van Persia digagalkannya menjadi gol.
Ada satu peluang saat Van Persie melepaskan tembakan keras dengan kaki kiri. Tapi dengan heroik, Meiga menepis bola itu. Dari raut wajah Van Persie tampak rasa frustrasi, sementara Meiga tersenyum lebar.
Hingga akhirnya, Van Persie harus ditarik keluar pada babak kedua dan digantikan oleh Siem De Jong. Van Persie pun gagal mencetak satu gol ke gawang Meiga.
Sebagai pesepakbola Kurnia Meiga memang bukan yang sempurna, namun secara bakat dia adalah salah satu yang terbaik. Jadi tidak heran apabila meski ia tidak lagi bermain bola, pria asal Jakarta ini tetap selalu diingat dan dirindukan.
Hal ini juga menjadi bukti untuk kita semua, apabila seseorang meninggalkan sebuah karya mereka tidak akan pernah hilang atau terlupa.
SOURCE:
https://www.bolanusantara.com/news/mengenang-kehebatan-kurnia-meiga-pukau-mourinho-hingga-mampu-buat-van-persie-frustrasi?is_single=1
https://www.boombastis.com/kurnia-meiga/155607
https://www.indosport.com/sepakbola/20190429/ingin-rekrut-kurnia-meiga-siapkan-dana-setara-rumah-liliyana-natsir