Recent Posts

KISAH MUALAF ABANDA HERMAN : Berawal dari Mata Turun ke Hati

Di tengah rivalitas panas yang membara antara Persib Bandung dan Persija, rupanya ada bek asing yang telah mualaf sempat membela dua klub it... thumbnail 1 summary
Di tengah rivalitas panas yang membara antara Persib Bandung dan Persija, rupanya ada bek asing yang telah mualaf sempat membela dua klub itu, yakni Abanda Herman.

Memiliki postur tubuh menjulang mencapai 1,92 meter, Abanda Herman yang lahir di Yaounde, Kamerun, 20 Februari 1984 ini merupakan sosok bek tengah yang sangat tangguh.

Bagaimana tidak, kaki panjangnya kerap menjadi momok bagi penyerang lawan karena meski berbadan tinggi, Abanda sangat cekatan dalam melakukan tekel dan intersep.

Beruntung bagi Persib Bandung dan Persija yang sempat merasakan servis kelas satu dari pemain berdarah Kamerun itu. Tercatat, Abanda Herman membela Persija Jakarta terlebih dulu dari 2006-2010

Di Persija, Abanda Herman bermain dalam 112 laga dengan catatan 20 gol. Sedangkan Persib baru bisa merasakan servis dari Abanda Herman pada musim 2011-2013, di mana Abanda Herman bermain dalam 74 laga dengan 9 gol.

Sejatinya tak hanya Persib dan Persija saja yang beruntung karena pertahanannya pernah dilindungi Abanda. PSM Makassar, Persema Malang, dan Barito Putera ternyata juga sempat dibela oleh pemain asing yang sudah menjadi mualaf itu.

Perjalanan spiritualnya menjadi mualaf pun menarik untuk disimak karena ia memutuskan untuk berganti nama.

Pada April 2013 lalu, Abanda Herman mengambil sebuah keputusan untuk memeluk agama Islam. Di hadapan Ustadz Jujun Junaedi, Abanda mengucapkan dua kalimat syahadat di depan Umuh Muchtar dan Djajang Nurdjaman.

“Saya terharu dan bangga. Alhamdullilah, Abanda Herman mau masuk Islam. Sebetulnya Abanda sudah bicara berapa kali kepada saya. Sekarang baru terlaksana, dia pun semalam menyatakan seratus persen siap dan minta segera diislamkan,” tutur manajer Persib, Umuh Muchtar di Masjid Nurul Iman, Bandung, (18/04/13).

Alasan Abanda Herman mau masuk Islam sendiri dikarenakan dirinya tergugah melihat rekan-rekannya rajin menunaikan ibadah sholat. Selain itu, Abanda Herman juga senang dengan ajaran penuh kedamain seperti yang ia dapatkan di Islam.

Abanda mengaku bahwa pilihannya menjadi seorang muslim adalah murni keinginannya sendiri, tanpa ada paksaan dari pihak mana pun. Sementara, Ketika disinggung mengenai respon keluarganya, Abanda mengaku pilihannya ini telah mendapatkan restu dari keluarganya.

"Seperti aku bilang tadi karena tahu Islam itu baik buat aku. Aku bangga masuk Islam, Saya akan shalat setiap hari, nanti puasa dan lainnya," tegas pria yang mengaku sudah dikhitan sejak usia 3 tahun tersebut.

"Keluarga tidak ada masalah. Aku juga sudah dewasa,” pungkas pemain yang sebelumnya beragama Nasrani tersebut.

Setelah mengucapkan dua kalimat syahadat dan resmi menjadi mualaf, pesepak bola asal Kamerun itu pun berganti nama menjadi Ahmad Abanda Herman.

Setelah kejadian itu, Ahmad Abanda Herman meninggalkan Persib untuk bergabung dengan Barito Putera pada 2014. Lantas setelah bergabung dengan Barito Putera, kemana Ahmad Abanda Herman?

Abanda Herman terakhir diketahui bergabung dengan Persak Kebumen dan Perserang banten pada tahun 2015. Untuk persak kebumen sendiri telah mengikuti sebuah ajang bernama Piala Bupati Banyumas 2015.

Turnamen itu diikuti oleh Persibas Banyumas, PS Jaguar Gumelar, PS Kesuma Sumampir, PS Mars Purwokerto, PSCS Cilacap, PS Taruna Purbalingga, Persak Kebumen, dan Sleman United.

Persak Kebumen saat itu menatap turnamen Piala Bupati Banyumas dengan sangat serius sehingga mendatangkan sejumlah pemain tenar seperti Abanda Herman, Oktovianus Maniani, Leonard Tupamahu, dan Yao Ruddy.

Keikutsertaan Persak Kebumen sendiri saat itu di Piala Bupati Banyumas sendiri dikarenakan sedang vakumnya kompetisi.  

Namun selepas mengikuti turnamen itu, jejak digital tentang Abanda Herman tidak ditemukan lagi kabar terbarunya. Bahkan sangat sulit untuk menemukan akun media sosial yang asli dari Abanda Herman.




SUMBER :
https://www.indosport.com/sepakbola/20190517/apa-kabar-abanda-herman-pesepak-bola-mualaf-mantan-persib-dan-persija/kabarmu-kini