Bendol begitulah sapaan yang kerap didengungkan untuk menyebut pelatih satu ini. Dari sekian juru taktik tanah air, pria asal Manado ini tentu menjadi salah satu yang terbaik.
Setelah lama tak terdengar kabarnya, kini Benny Dollo datang dengan kabar memprihatinkan.
Pria kelahiran Manado yang dulu dikenal bertubuh gempal itu kini tampak kurus. Perubahan tubuh badanya itu tak lepas dari sakit yang diderita Benny Dollo.
Benny Dollo terkenal akan piawai dalam menahkodai klub-klub di Indonesia. Ia kerap mengorbitkan pemain muda.
Kemampuan Bendol dalam mengolah sebuah tim memang patut diacungi jempol. Tercatat, selama ia terjun di dunia kepelatihan, pria berusia 68 tahun ini, mampu ciptakan rekor dengan menjadi nahkoda tim yang sukses rengkuh trofi bersama klub dan Timnas.
Berkat tangan dingin Bendol, beberapa klub besar Indonesia selalu sukses meraih gelar terbaik di kancah persepakbolaan tanah air.
Nama Benny Dollo sebagai pelatih melambung ketika mengantarkan Arema Malang menjuarai Divisi Satu pada 2004.
Promosi ke Divisi Utama, Bendol -nama akrabnya- sukses mengantarkan tim kebanggan warga Malang itu juara Copa Dji Sam Soe dua tahun beruntun.
Arema Malang berhasil juara Copa Dji Sam Soe -sekarang Piala Indonesia- pada musim 2005 dan 2006.
Sebelum itu Bendol juga sukses mengantarkan Pelita Jaya menjadi Juara Galatama musim 1988/1989, 1990/1991, dan 1993/1994 dan menjadikan Persita Tangerang sebagai tim yang disegani di Liga Indonesia.
Tidak hanya juara, Pelita Jaya juga menjadi kesebelasan terlama yang dibela Bendol di percaturan sepak bola Indonesia. Dimulai pada 1987 dan diakhirinya pada tahun 1994.
Pria pemilik nama lahir Benny Selvianus Dollo itu juga dipercaya menangani sekuat Timnas Indonesia.
Bendol melatih Timnas Senior Indonesia dua periode, yakni pada 200-2001 dan 2008 hingga 2010.
Sayang, karier Bendol sebagai pelatih Timnas tak begitu istimewa. Ia gagal menampilkan timnas cemerlang dengan catatan prestasi yang biasa.
Ketika menukangi Tim Merah Putih, Bendol mendapatkan gelar Piala Kemerdekaan pada 2008 dan antarkan garuda menembus babak semifinal AFF di tahun yang sama.
Usai melatih timnas, Bendol lalu memilih melatih tim ibukota Persija Jakarta hingga terakhir tercatat sebagai pelatih kepala Sriwijaya FC.
Sebagai seorang pelatih dengan catatan-catatan gemilang, Benny Dollo juga sempat masuk juru taktik nasional yang berbandrol mahal. Dilansir Detik.com, kabarnya Om Bendol sempat menerima bayaran sampai mencapai angka 900 juta.
Kini... Pasca tak melatih klub besar lagi kabar Benny Dollo seperti menghilang ditelan bumi. Publik seolah melupakan jasa-jasa Benny Dollo di kancah sepak bola nasional.
Akan tetapi pada Agustus 2018 lalu, Benny Dollo dikabarkan oleh Waketum PSSI 2015 Hinca Pandjaitan lewat akun media sosial Twitter pribadinya, tengah mengalami sakit.
Hinca mengajak publik sepak bola nasional untuk mendoakan Benny Dollo agar cepat sembuh dan bisa kembali ke kursi kepelatihan klub sepak bola.
Kabar tersebut diperkuat oleh CEO PSS Sleman Viola Kurniawati yang langsung menjenguk Benny Dollo ke kediamannya ketika mengetahui sang pelatih kawakan Indonesia tengah sakit.
Banyak kabar yang menyebutkan kalau Benny Dollo mengalami sakit kanker usus. Sebab yang tadinya badannya gemuk kini mengalami penyusutan.
Bendol mengaku kalau dalam beberapa waktu belakangan ini ia rutin untuk melakukan kemoterapi. Hasilnya kondisi Benny Dollo semakin membaik.
Ia menambahkan kata dokter kalau sudah scan dan tak ada kankernya lagi. Namun Benny Dollo diminta untuk terus melakukan kontrol setiap enam bulan sekali.
Selama masa pemulihan, Benny Dollo mengungkapkan kalau ia tak bisa lepas dari dunia sepak bola. Bahkan setiap pertandingan selalu ia tonton.
Baik pertandingan sepak bola internasional maupun nasional hingga Piala Dunia 2018 lalu tak luput dari pantauan pelatih yang kini berusia 69 tahun ini.
Di sisi lain bek kanan Persija Jakarta Ismed Sofyan mengaku kalau dirinya sangat menghormati Benny Dollo. Sebab kariernya melesat berkat arahan Benny Dollo.
Wejangan yang diingat Ismed adalah ia diminta Benny Dollo untuk menjadi pemain sepak bola yang lurus saja serta tidak perlu menyimpang dan itu masih dipegang teguh olehnya.
Selain ismed, tentu saja ada anak emas bendol. Siapa lagi kalau bukan Firman Utina.
Di setiap klub yang dilatih Benny Dollo, hampir selalu ada nama Firman Utina dalam jajaran pemain.
Bahkan saking dekatnya, Firman Utina rela melepas pekerjaan sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) untuk bergabung dengan klub besutan Benny Dollo.
"Itu juga saya sudah nikah, sudah punya anak satu. Saya harus memilih PNS atau karier sepak bola," ujar Firman Utina dalam channel YouTube Ricky Nelson Coaching.
"Ketika saya ngobrol dengan istri, saya sadar bahwa tujuan saya merantau adalah untuk bermain sepak bola, bukan menjadi PNS," tuturnya.
Arema FC yang mengetahui mantan pelatihnya mengalami sakit, langsung memanjatkan doa agar Benny Dollo bisa segera sembuh dari penyakit yang dialami.
"Sosok Om Bendol tidak akan bisa dilupakan oleh publik Malang Raya. Semoga beliau segera diberi kesembuhan," jelas Media Officer Arema FC Sudarmadji.
Bahkan demi memberikan keringanan pada Benny Dollo sempat tercetus untuk membuat laga amal. Mantan pemain Arema Claudio de Jesus siap ambil bagian dari laga ini.
Meski begitu laga amal tersebut masih belum diketahui apakah telah terlaksana atau belum. Namun publik banyak yang mendoakan kesembuhan Benny Dollo dari jauh.
Semoga lekas sembuh om bendol...