Recent Posts

CERITA ARTHUR CUNHA DA ROCHA : Hampir Saja Bergabung Dengan Manchester United

Arthur Cunha da Rocha atau Arthur Cunha adalah seorang pesepak bola profesional asal Brasil yang saat ini, bermain untuk Arema di liga 1 201... thumbnail 1 summary
Arthur Cunha da Rocha atau Arthur Cunha adalah seorang pesepak bola profesional asal Brasil yang saat ini, bermain untuk Arema di liga 1 2019.

Arthur Cunha lahir di Rio de Janeiro, Brasil, 10 Januari 1990. Ia memiliki istri bernama Akila Viera dan pasangan ini dikaruniai anak bernama Benjamin Cunha.

Posisi pemain bertinggi 188 cm itu adalah bek tengah.

Dia mengawali karier dengan bergabung ke salah satu klub besar di Brasil, Fluminese pada tahun 2005. Kala itu, usia Arthur Cunha masih 15 tahun.

Dua tahun setelahnya, Ia lalu sempat menjalani masa trial di Manchester United.

Bersama dua kembar Fabio dan Rafael da Silva, Arthur Cunha pun berangkat ke Manchester untuk berlatih di sana. Sayangnya, Arthur Cunha tak lolos masuk akademi Manchester United.

Petualangan Arthur di Old Trafford terjadi pada tahun 2007.

Agen Arthur, Nelson Sanchez mengatakan, setiap tahun Brasil selalu menjadi bidikan Manchester United dalam mencari bibit-bibit pemain muda.

Ketika itu dia sedang tes bersama Rafael dan Fabio Da Silva dan sempat bermain bersama Nemanja Vidic di belakang ketika pemain asal Serbia itu baru tiba di Old Trafford.

Pemain ini juga sempat ngobrol dengan Sir Alex Ferguson, yang semua diterjemahkan oleh asisten manajer Carlos Queiroz ketika itu.

“Vidic pemain yang sangat bagus dan baru saja tiba dari Spartak Moscow. Dia datang untuk bermain di tim B untuk beradaptasi dan main di tim utama. Saya berduet dengannya di pertahanan, ketika dia masih belum terkenal” kata Arthur di ESPN.

“Saya banyak melakukan kontak dalam pelatihan ketika ia menonton dan kadang-kadang membuat beberapa komentar”

“Sekali saya masuk ke ruanganya untuk berbicara. Dia ingin tahu tentang kehidupan saya, keluarga saya dan apakah saya menyukai tempat ini atau tidak. Karena saya tidak bisa berbahasa Inggris dengan baik, saya hanya menjawab ‘Yes, Mister’ Aku tidak meminta apa-apa kepadanya”

Tetapi sayangnya izin kerja di Inggris yang menghentikannya menjadi pemain United.

“Apa yang mereka katakan kepada saya akhirnya adalah bahwa saya tidak bisa didaftarkan sebagai pemain Manchester United karena saya tidak memiliki kewarganegaraan Uni-Eropa. Itu kurangnya keberuntungan dalam sepak bola, padahal kita mengimpikannya “

“Kami berlatih sangat serius dengan harapan bisa tinggal di sini. Ini adalah periode belajar yang besar. Ini adalah impian yang telah menjadi kenyataan. Sayangnya impian untuk bermain secara profesional di sana gagal terwujud. Tapi aku bersyukur untuk semuanya. ”

Setelah gagal ke MU ia pun kembali ke Fluminense.

Selepas dari Fluminense, Arthur Cunha bergabung dengan Desportivo Brasil pada 2009 dengan kontrak tiga tahun.

Penampilan Arthur Cunha sebagai bek tengah sempat kembali membuatnya dilirik klub Eropa.

Pada musim 2009-10, Arthur Cunha bergabung dengan Estoril Praia di Liga Portugal sebagai pemain pinjaman.

Arthur Cunha pun sempat cukup diandalkan oleh klub berjuluk Canarinhos tersebut dengan 21 kali berlaga.

Meski begitu, Arthur Cunha tak dipermanenkan dan kembali Desportivo Brasil.

Pada musim 2011, Dia bermain untuk Boavista. Setelah bermain 14 kali, Ia kemudian hijrah ke Duque de Caxias pada musim 2012.

Berturut-turut Arthur Cunha lalu pindah klub yang berlaga di kasta minor Liga Brasil. Setelah dari Duque de Casxias, Arthur Cunha bermain di Tupi (2013-14), Uberaba SC (2014), dan Mamore (2014-15).

Tahun 2015, sang agen mencoba memberi kesempatan kepada Arthur untuk mencicipi sepak bola Asia. Akhirnya, mendaratlah Arthur di Indonesia dan bergabung dengan Mitra Kukar.

Arthur Cunha pun berhasil menjadi palang pintu andalan Naga Mekes di ISC A 2016.

Ia tampil menjadi salah satu bintang saat timnya menaklukkan kandidat juara TSC, Arema Cronus. Pada laga itu, bek asal Brasil ini tak jarang melakukan intersep dan blok krusial untuk mencegah peluang emas Arema berbuah gol.

Ia juga mencetak gol penentu kemenangan ke gawang yang dikawal Kurnia Meiga.

Pada tahun 2017 ia bergabung dengan arema di liga 1. Dirinya diplot sebagai bek tengah asing yang menggantikan Goran Gancev.

Sejak menjadi bagian dari Singo Edan, Arthur Cunha pun selalu menjadi andalan di lini belakang bersama hamka hamzah.

Selain bermain 27 kali (pada 2017) dan 29 kali (pada 2018), hingga Liga 1 2019 pun nama Arthur Cunha tetap menjadi andalan Arema.

Arthur Cunha belum pernah bermain untuk timnas Brasil di level usia berapapun.

Ia sudah 4 tahun tinggal di Indonesia. Pada awal tahun 2019, muncul wacana naturalisasi dirinya menjadi pemain timnas Indonesia. (5)

Arthur Cunha sempat mengungkapkan niatnya untuk bisa menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) karena telah merasa betah berada di Indonesia.

Selain itu, Ia juga terinspirasi rekan senegaranya, Otavio Dutra yang kini sudah menjad WNI.

Ia juga menilai para pemain naturalisasi bisa membantu sepak bola Indonesia untuk lebih berkembang.

Pemain usia 29 tahun tersebut juga mengungkapkan kehadiran pemain naturalisasi bisa meningkatkan kualitas sepak bola Indonesia.

"Kalau ingin pasti semua ingin ya karena sudah cocok di Indonesia tapi kalau tidak bisa ya di sini tetap dengan status asing. Dia sudah lama di Indonesia, pemain bagus respek kepada negara ini. Pemain seperti Dutra dan Beltrame sudah lebih 10 tahun dan selalu respek negara ini," kata Arthur dikutip dari Kompas.com.

"Naturalisasinya Dutra juga bisa bantu sepak bola Indonesia naik level," ujar Arthur.

Meski begitu, hingga kini belum ada kabar dari Arthur Cunha mengenai dirinya yang ingin jadi pemain naturalisasi.