Recent Posts

CERITA CRISTIAN GONZALES : Perjalanan Karir Gonzales, Usia Hanyalah Sekedar Angka

Cristian Gérard Alfaro Gonzáles lahir di Montevideo, Uruguay, 30 Agustus 1976 adalah pemain sepak bola profesional Uruguay yang kini bermain... thumbnail 1 summary
Cristian Gérard Alfaro Gonzáles lahir di Montevideo, Uruguay, 30 Agustus 1976 adalah pemain sepak bola profesional Uruguay yang kini bermain sebagai striker untuk PSIM Yogyakarta.

Kecintaan Gonzales terhadap Indonesia berawal dari kisah cintanya bersama Eva Nurida Siregar. Wanita yang ia temui di Cile 1994 tersebut membawa El Loco ke Indonesia.

Gonzales kemudian menikah dengan Eva, setahun sesudah pertemuan spesial itu. Mereka telah dikaruniai 2 orang anak yaitu Fernando dan Florencia. Sedangkan, Amanda Gonzales dan Michael adalah anak dari pernikahan Cristian sebelumnya.

Dia telah menjadi pencetak gol terbanyak Liga Indonesia 4 kali dan telah mencetak 249 gol di Liga Indonesia. Di awal kariernya ia bermain bersama Álvaro Recoba di Uruguay U-20.

Pada tahun 1995, Gonzales bergabung dengan Sud America, sebuah klub di Uruguay, Montevidio. Dalam periode 28 bulan, ia hanya tampil sekali dan tidak mencetak gol.

Pada tahun 1997, Sud America meminjamkannya ke Huracán Corrientes dengan status pinjaman. Ia tampil sebanyak 3 kali dan tidak mencetak gol.

Kembali kepada Sud America pada tahun 1998 setelah masa pinjaman yang cukup lama, ia akhirnya beberapa kali dipercaya sebagai starter. Ia tampil sebanyak 12 kali dan mencetak 1 gol.

Pada tahun 2000, dengan status bebas transfer ia berlabuh ke klub barunya, Deportivo Maldonado. Di sini ia tampil sebanyak 22 kali dan mencetak 1 gol.

2003 menjadi awal karir cemerlang Gonzales sebagai pesepakbola Indonesia. Dengan seragam PSM Makassar, atlet penggemar Tom Cruise ini berhasil mencetak 27 gol di sepanjang musim.

Namun sayangnya, karir El Loco bersama Laskar Ayam Jantan dari Timur harus berakhir dengan sanksi skorsing. Gonzales diganjar skorsing selama satu musim dan didenda Rp 20 juta karena memukul salah seorang petugas Persita Tangerang saat bertanding.

Selesai menjalani masa skorsing, El Loco memutuskan bergabung dengan Persik Kediri. Gonzales kembali menunjukkan permainan bagus selama di Persik. Bahkan gol tunggal Gonzales di laga final pertandingan Liga Indonesia membawa Persik menjadi juara (2006).

Namun lagi-lagi pesepakbola yang resmi menjadi WNI, 1 November 2010, ini harus menghadapi masalah. Peraturan rasionalisasi gaji yang dilakukan Persik membuatnya keluar dari tim yang telah 3 tahun menjadi tempat tinggalnya tersebut.

Persib Bandung kemudian menjadi "rumah Gonzales di 2009. Dengan kontrak pemain pinjaman, Gonzales merumput bersama kesebelasan Maung Bandung dengan gaji 60 juta per bulan. Di sana ia kembali menunjukkan skillnya memainkan bola.

Ia bermain sebanyak 16 kali di Liga dan mencetak 14 gol. Hal itu menjadikan Gonzales sebagai pencetak gol terbanyak di Liga Super.

Persib lantas mengontrak Gonzales sebagai pemain tetap untuk sisa musim 2009-2010 seusai masa pinjaman berakhir.

Dari Bandung, Cristian pindah ke Kalimantan. Kali ini Persisam Samarinda yang berhasil membujuk pemain yang piawai memasak Salsa de Pollo, makanan khas Amerika Latin tersebut. Gonzales tiba di Samarinda pada 12 September bermain untuk kesebelasan Pesut Mahakam musim 2011-2012.

Pada tanggal 12 Desember 2012, Gonzáles resmi meninggalkan persisam dan menandatangani kontrak dengan klub Arema Cronus dengan nilai kontrak yang tidak diungkapkan dan diperkirakan berada di angka Rp. 1,2 miliar.

Pada 9 Januari 2013, ia menjalani debut pertamanya di pertandingan perdana awal musim Indonesia Super League dengan mencetak hattrick saat melawan Persidafon Dafonsoro yang berakhir 5-2.

Pada ajang Trofeo Persija, Gonzáles mencetak hattrick dan dua assist saat melawan tim Thailand Army United yang berakhir 6-1.

Gonzales melakukan debutnya saat melawan Persiba Balikpapan pada pekan pertama Indonesia Soccer Championship A 2016. Pada pertandingan itu juga, ia mencetak gol pertamanya untuk musim 2016.

Pada tahun 2018, Ia pindah ke madura united. Disana ia mengemas 2 gol dari 7 penampilan. Namun pada akhirnya cristian gonzales dipecat karena dianggap memiliki attitude yang kurang baik.

"Pada akhirnya kami putuskan untuk merilis pemecatan Gonzales, setelah saya mendengar langsung penjelasan dan klarifikasi dari Manajer PSS Sleman, yang siang tadi datang kerumah saya, dan kami rasa penjelasan tersebut kami kira cukup,” ungkap Haruna.

“Kerugian materi jelas kami alami cukup besar dengan kepergian Gonzales, hanya saja kami akan merasakan kerugian lebih besar jika tetap mempertahankan pemain yang memiliki atitude kurang baik, kami sudah ada banyak catatan buruk tentang Gonzales, dan keputusan merilis pemecatan Gonzales adalah keputusan terbaik bagi semua pihak,” ungkap Haruna.

Dari madura united kemudian Gonzales berlabuh ke pss sleman. di pss sleman ia mengemas 15 gol dari 9 penampilan.

Pada tahun 2019, ia resmi berseragam psim yogyakarta.

Pada 3 November 2010, ia secara resmi memegang paspor Indonesia dan telah menjadi pemain naturalisasi pertama yang dipanggil ke tim nasional sepak bola Indonesia.

Gonzáles masuk dalam skuat Piala Suzuki AFF 2010. Namanya tercantum di deretan pemain yang didaftarkan pelatih timnas Indonesia, Alferd Riedl.[13]

Pada tanggal 21 November 2010 Cristian Gonzales memulai debut sebagai anggota timnas sepak bola indonesia melawan Timor Leste dan langsung mencetak dua gol di debut pertamanya. Selanjutnya, ia masuk sebagai anggota inti Timnas Indonesia pada kejuaraan Piala Suzuki AFF 2010.

Di balik perjalanan karirnya di lapangan hijau, Cristian Gonzales juga memiliki kisah tersendiri sebagai seorang mualaf.

Ia memutuskan menjadi mualaf sekira 16 tahun lamanya.

Seseorang yang masuk Islam karena merasa menjadi pilihan, tentu telah mengalami pergulatan batin yang luar biasa dan pertimbangan yang matang.

Tak terkecuali bagi Cristian Gonzales yang kini menjadi penyerang tim PSIM Yogyakarta.

Istri penyerang berjuluk El Loco, Eva Nurida Siregar, menceritakan awal ketertarikan suaminya mempelajari Islam yaitu ketika kepincut kumandang azan.

Suatu hal baru bagi Gonzales yang ketika itu baru hijrah ke Indonesia dan bergabung PSM Makassar 2003 silam.

"Ketika itu tinggal di mes PSM. Saya salat lalu zikir dan Gonzales selalu melihat saya beribadah. Kalau sekitar jam 4 pagi dia bilang di masjid ada nyanyi-nyanyi. Saya bilang itu bukan nyanyi, itu azan untuk mengajak orang salat," kata Eva Siregar pada Tribunjogja.com

Rasa keingintahuan Gonzales untuk memperdalam Islam makin besar ketika mengetahui Islam adalah agama yang mengutamakan kebersihan.

"Dia senang apa-apa bersih. Sampai akhirnya dia mau masuk Islam dengan keinginannya sendiri, tanpa paksaan," ucap Eva.

Dia juga selalu menjalankan ibadah puasa saat bulan suci Ramadan tiba. Dirinya pun selalu belajar untuk menjadi seorang muslim yang baik.

Sejak menjadi seorang mualaf, Gonzales pun punya nama Islam, Mustafa Habibi. Mustafa adalah guru yang mengislamkan pesepakbola naturalisasi asal Uruguay itu di Surabaya. Sedangkan Eva menambahkan Habibi dibelakang Mustafa yang berarti cintanya untuk Gonzales.