Recent Posts

KETIKA ELIE AIBOY DIKIRA PEMAIN ASING

Elie Aiboy pernah begitu terkenal di sepak bola Indonesia. Pemain kelahiran Jayapura, 20 April 1970 itu merupakan salah satu pemain sayap te... thumbnail 1 summary

Elie Aiboy pernah begitu terkenal di sepak bola Indonesia. Pemain kelahiran Jayapura, 20 April 1970 itu merupakan salah satu pemain sayap terbaik yang pernah dimiliki timnas. 

Bersama Timnas Garuda, Elie bermain sebanyak 48 kali dan mencetak delapan gol. Ia pun telah terlibat dalam banyak turnamen yang diikuti Indonesia seperti Piala AFF dan juga Piala Asia. 

Di level klub, ia juga pernah membela banyak tim Tanah Air seperti Persipura Jayapura, Semen Padang, Persija Jakarta, Arema Malang, Persidafon Dafonsoro, PSMS Medan, Persih Tembilahan, dan Persip Pekalongan.

Selain itu, Ia juga pernah bermain bagi Selangor FA di Malaysia.

Dari semua nama-nama tersebut mungkin Semen Padang dan Selangor adalah yang paling berkesan baginya. Elie Aiboy tercatat membela Semen Padang dalam dua periode, yakni tahun 1999-2002 dan 2010-2013. 

Di Semen Padang, ia meraih gelar IPL 2011/12. Sementara di Selangor, ia dikenang sebagai legenda karena mengantarkan klub meraih treble dengan menjuarai Malaysia Premier League, Malaysia FA Cup, dan Malaysia Cup pada 2005.

Kisah hidup Elie Aiboy memang penuh kejutan tak terduga. Pemain kampung yang tiba-tiba dipanggil Popnas Papua karena kekurangan pemain, tapi malah terpilih masuk skuad Baretti II menuju Italia. 

Bakat yang terpendam terus terasah hingga mencapai puncaknya.

"Semula saya hanya bocah penggemar sepak bola seperti anak-anak lain di Papua. Tiap hari bermain bola untuk bersenang-senang"

"Talenta sepak bola saya menurun dari ayah. Saya baru tahu dari ibu kalau ayah jagoan sepak bola di kampung halamannya, Serui".

"Tapi, ayah tak sempat mengecap tim profesional karena memilih jadi guru dan tinggal di Kota Jayapura. Mimpinya sebagai pesepakbola terjawab melalui saya".

"Terbiasa main bola di pantai dan pegunungan mungkin yang membuat saya lincah. Punya kecepatan dan selalu ngotot di lapangan".

Elie Aiboy, pernah menjadi andalan Persija Jakarta pada kurun waktu 2003-2005. Skill olah bolanya yang mumpuni serta ditunjang kecepatan dan umpan akurat membuat Elie jadi andalan Persija di sektor sayap. 

Ia menjadi 'pelayan' sempurna untuk Bambang Pamungkas, penyerang andalan Persija.

Kekompakan antara Elie dan Bambang di atas lapangan ternyata tidak muncul begitu saja. Chemistry keduanya terjalin sangat baik sampai di luar lapangan.

Bakat olah bolanya pun sampai diminati klub Malaysia, Selangor FA. Pada awalnya, Selangor FA hanya berniat menyaksikan penyerang incaran mereka, Bambang Pamungkas. 

"Saat di Menteng saya satu kamar dengan Bambang Pamungkas, kami selalu bercerita mengenai sepak bola dan hal lainnya. Mungkin sejak itu kami menjadi kompak di lapangan," ujar Elie, dikutip dari laman resmi Persija. 

"Pada saat saya main lawan Persijatim, di (Stadion) Lebak Bulus, saya tidak bikin gol, tapi saya mengumpan tiga gol, tiga-tiganya untuk Bambang Pamungkas," ucap Elie dalam kanal Youtube Persija (8/6/2020). 

Penampilan luar biasa Elie Aiboy pada laga tersebut membuat manajer Selangor FA, Datuk Hamidin, terkesima. Walhasil, Selangor FA langsung ingin merekrut pemain asal Papua tersebut.

Namun di awal bergabung, Elie bercerita ada kejadian unik saat manajemen dan tim pelatih Selangor FA datang langsung memantau permainannya bersama Bambang Pamungkas di Persija Jakarta. Katanya, orang-orang dari Selangor itu mengira dirinya adalah pemain asing di skuad Macan Kemayoran.

“Waktu melawan Persijatim, kebetulan ada manajer dan pelatih selangor, termasuk pengurus klub, yang sekarang jadi ketua FAM, Pak Hamidin. Mereka semua datang menonton saya, kebetulan saya waktu itu memberi tiga assist untuk tiga gol Bepe,” cerita Elie Aiboy seperti dilihat dari Youtube Persija.

“Mereka mau rekrut Bepe, tapi pas lihat saya bikin umpan, mereka tanya ke Bambang, itu, pemain asing kah, yang nomor delapan itu? darimana Nigeria, Kamerun kah? 

"Bambang tertawa, (dan menjawab) 'Bukan, itu orang Indonesia, dari Papua'," kata Elie lagi. 

Singkat cerita, Elie Aiboy dipanggil oleh manajemen Selangor FA untuk bermain di Liga Malaysia bersama Bambang Pamungkas. Elie mengaku sempat gusar lantaran belum mengantongi izin dari ketua umum Persija saat itu, yang juga seorang Gubernur DKI Jakarta, Sutiyoso. 

Sutiyoso pun menjawab, "Kalau ke luar negeri saya kasih (izin), tapi kalau klub Indonesia tidak akan saya kasih." 

"Jadilah kami berangkat berdua atas persetujuan Bang Yos (Sutiyoso) yang saat itu jadi Ketua Umum Persija."

Dengan begitu, Elie Aiboy dan Bambang Pamungkas resmi menjadi pasangan emas asal Indonesia di Selangor FA. 

“Saya tahu betul bola yang diingini Bepe. Ia ingin bola di sekitar kotak penalti yang sulit dijangkau kiper dan Bepe dengan mudah mencetak gol," ucap Elie.

Selama di Selangor, elie dan Bepe merupakan duet maut. Mereka berhasil membawa Selangor meraih treble dengan menjuarai Liga Perdana Malaysia, Piala Malaysia, dan Piala FA Malaysia 2005/2006."

Pada saat itu Bambang Pamungkas menjadi top skor di Liga Perdana Malaysia, sedangkan Elie Aiboy pemain terbaik Piala FA Malaysia. Selangor FC pun promosi ke Liga Super Malaysia 2006.

Tak hanya berkontribusi lewat prestasi, kehadiran Elie Aiboy dan Bambang Pamungkas saat itu ikut mengangkat finansial klub. Tiket pertandingan hampir selalu ludes dan jersey Elie Aiboy dan Bambang Pamungkas paling laris diburu suporter.

Tapi, menurutnya momen paling mengharukan adalah selalu ada bendera merah putih di tribun penonton ketika Selangor FA bertanding.